Waspada Pohon Tumbang Saat Hujan dan Angin Kencang

oleh -6 views
RAWAN BENCANA: Selama musim penghujan banyak terjadi pohon tumbang dan membahayakan masyarakat.

KUNINGAN – Dalam sepekan terakhir ini, nyaris setiap hari terjadi musibah kebencanaan di Kabupaten Kuningan. Mulai dari tanah longsor, luapan sungai, banjir hingga angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang.

Bahkan untuk peristiwa pohon tumbang, sejak beberapa terakhir ini kerap terjadi dan jumlahnya meningkat. Hal ini diakui pihak BPBD Kuningan akibat hujan lebat dengan intensitas lama yang disertai angin kencang.

Misalnya pada Senin (2/11), hujan yang turun sejak siang hingga sore mengakibatkan pohon tumbang di beberapa lokasi. Beberapa di antaranya yakni di kawasan RS Wijaya Kusumah, Jalan Desa Cipedes, Ciniru dan Jalan Desa Ancaran, Kuningan.

Khusus di Cipedes dan Ancaran, pohon tumbang itu menimpa badan jalan sehingga menutup akses jalan desa tersebut. Beruntung tidak ada korban jiwa dan langsung ditangani petugas maupun warga setempat.

Setidaknya ada tiga pohon berukuran cukup besar tumbang di Blok Tonjong, Desa Cipedes tumbang dan menghalangi jalur Ciniru-Cipedes. Selain itu, terdapat dua rumah terdampak tanah longsor di Blok Sukasari dan Blok Jatisari, Desa Cipedes.

Sementara pohon tumbang di Desa Ancaran menutup akses jalan dari arah Ancaran menuju Desa Taraju, Kecamatan Sindangagung. Tim BPBD dan Damkar Satpol PP Kuningan melakukan evakuasi hingga malam hari.

“Kita lakukan pembersihan pohon tumbang jenis Sengon berdiameter 90 sentimeter dengan tinggi 20 meter. Lokasinya di Jalan Bahdako penghubung Desa Ancaran menuju Desa Taraju,” kata Kepala Damkar Kuningan, Khadafi Mufti, kemarin (2/11).

Dia menyebut, proses evakuasi pohon tumbang berukuran besar itu membutuhkan waktu hampir 30 menit. Saat ini, jalur lalu lintas sudah dapat kembali dilalui kendaraan bermotor.

Kepala BPBD Kuningan Indra Bayu Permana mengatakan, peristiwa pohon tumbang di Kabupaten Kuningan kini memang mulai terjadi peningkatan. Sehingga diperlukan kewaspadaan masyarakat, agar menghindari berteduh di bawah pohon saat hujan turun.

“Kalau untuk antisipasi, kita perlu menginventarisasi pohon-pohon yang sudah lapuk dan berusia tua. Apalagi yang berada di pinggir jalan, kita mengimbau agar aparat desa setempat atau masyarakat bisa melapor jika ada pohon yang dinilai membahayakan dan rawan tumbang, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup,” bebernya.

Pihaknya mengimbau pemerintahan desa dapat memangkas pohon di masing-masing desanya yang dinilai membahayakan. Namun jika terpaksa harus ditebang, maka harus laporan dulu ke Dinas Lingkungan Hidup.

“Sebab untuk penanganan kebencanaan, ini kan multi sektor yang menanganinya,” tukasnya.

Terpisah, Kepala Desa Cipedes Rusdiana menyampaikan, bahwa ada pohon tumbang saat hujan lebat. Pohon tumbang tersebut menutup akses jalan penghubung antar desa.

“Iya hujan kemarin sangat deras disertai angin, akibatnya tiga pohon di Blok Tonjong, Cipedak tumbang dan menghalangi jalur lalu lintas Ciniru menuju Cipedes. Kalau sekarang jalan sudah normal, batang pohon juga sudah dievakuasi warga,” ujarnya.

Selain pohon tumbang, Ia menyebut, ada pula korban tanah longsor di desanya. Terdapat dua rumah terdampak tanah longsor di Blok Sukasari dan Blok Jatisari.(ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.