Waspada! Bencana Alam di Kabupaten Kuningan Meningkat, Ini Jumlahnya Sepanjang 2020

oleh -2 views
sekda-di-lokasi-banjir-bandang-ciwaru
Sekda Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi meninjau langsung lokasi bencana dan memberikan paket sembako kepada para korban bencana, Rabu (30/12). Foto: M Taufik/Radar Kuningan

RADAR KUNINGAN – Sebanyak 260 bencana alam terjadi di Kabupaten Kuningan sepanjang tahun 2020. Jumlahnya meningkat dibanding 2019 yakni 192 kejadian.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan, hampir seluruh kecamatan terdampak bencana yakni sebanyak 30 kecamatan dan 132 desa.

Adapun jenis bencana itu berupa tanah longsor, pergerakan tanah, gempa bumi, tanah amblas, banjir, angin kencang, kekeringan hingga kebakaran hutan, lahan maupun rumah warga.

Baca juga: Rusia Klaim Temukan Obat Covid-19, Tinggal Tunggu Izin Edar

Sebanyak 1.067 kepala keluarga (KK) dengan 1.088 jiwa terdampak bencana. Bangunan rumah terdampak mencapai 685 unit baik dalam kategori rusak berat, sedang, ringan hingga terendam banjir.

Bencana tanah longsor salah satu yang kerap mengancam warga Kuningan. Jenis bencana ini merata hampir di seluruh kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Indra Bayu Permana menerangkan, tahun 2020 merupakan tahun yang penuh dinamika dalam penanganan kebencanaan.

Baca juga: Video Gisel 19 Detik Bukan File Asli, yang Original Dibuat Jumat 3 November 2017, Loh Kok Bisa?

“Tentu hal ini sangat memerlukan semua dukungan dan partisipasi masyarakat, serta seluruh stakeholder terkait. Karena itu perlu untuk diwaspadai bersama dan disikapi dengan bijak, dari segala aspek yang meliputi perencanaan, penanganan, serta dalam rangka optimalisasi penanganan dengan segala bentuk kebencanaan,” jelasnya.

Menurut Ibe – panggilan akrabnya – infografis dan data yang ada dapat menjadi pedoman dalam melaksanakan mitigasi bencana sebagai upaya untuk mengurangi risiko.

“Kegiatan mitigasi bencana mempunyai tujuan mengurangi dampak yang ditimbulkan khususnya bagi penduduk. Ini sebagai landasan untuk perencanaan pembangunan, serta meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menghadapi dan mengurangi dampak atau risiko bencana. Sehingga masyarakat dapat hidup dan bekerja dengan aman,” bebernya. (ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.