Warga Binaan Ikut Pesantren Kilat

oleh -9 views
PESANTREN KILAT: Lapas Kelas IIA Kuningan menggelar pesantren kilat bagi warga binaan selama lima hari kedepan. Foto: Humas Lapas Kuningan

KUNINGAN – Lapas Kelas IIA Kuningan melaksanakan sejumlah kegiatan keagamaan selama bulan suci Ramadan 1442 Hijriyah. Salah satunya yakni pesantren kilat bagi warga binaan selama lima hari, Senin-Jumat (26-30/4).

Pesantren kilat bertajuk Gapai Hidayah dan Tetap Istikamah ini dipusatkan di Masjid At Tawwabin Blok I Lapas Kuningan. Sedikitnya terdapat 50 warga binaan yang akan aktif menjalani pesantren kilat tersebut.

Kalapas Kelas IIA Kuningan, Gumilar Budirahayu mengatakan, pesantren kilat ini diadakan kerja sama dengan MUI Kabupaten Kuningan. “Semoga para warga binaan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan dengan beragam program pembinaan kerohanian yang dicanangkan lapas. Sehingga warga binaan bisa fokus untuk melaksanakan ibadah di bulan Ramadan ini,” tutur Gumilar dalam keterangan persnya, kemarin (26/4).

Pihaknya berharap, para santri dari kalangan warga binaan mendapatkan pengalaman dan pelajaran baru mengenai ilmu agama Islam. Sehingga nanti setelah bebas dapat diaplikasikan kepada masyarakat, ilmunya berguna untuk diri sendiri.

Menurutnya, momentum Ramadan ini merupakan bulan penuh berkah, sehingga harus ada momentum yang luar biasa. Apalagi sebelumnya, pegawai lapas juga mengikuti tausiyah dari pengasuh Ponpes Miftahul Falah.

“Jadi sebelumnya kami mengadakan tausiyah sambil menunggu berbuka puasa. Semoga kegiatan yang kami lakukan, dapat menjadikan bulan yang penuh keberkahan untuk memotivasi kita agar berjuang lebih menggali ilmu agama, serta peduli terhadap sesama dalam situasi pandemi sekarang,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua MUI Kuningan KH Dodo Syarif Hidayatullah menyambut baik kegiatan pesantren kilat yang digagas Lapas Kelas IIA Kuningan.

“Ini sangat luar biasa, para warga binaan diajarkan khazanah keilmuan seperti di pesantren pada umumnya. Ini saya kira prestasi luar biasa yang diberikan lapas kepada binaan, dengan demikian mereka bisa menjadi santri yang tidak kalah dengan santri di luar sana,” tutupnya.(ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *