Wabup Sempat Deg-degan, Bupati Acep dan Ketua DPRD Nuzul Tidak Divaksin karena Faktor Usia

oleh -13 views
YANG PERTAMA: Wakil Bupati Kuningan HM Ridho Suganda menjadi orang pertama yang di suntik vaksin Sinovac, kemarin (28/1).

KUNINGAN – Program vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Kuningan akhirnya dimulai. Proses launching vaksinasi perdana dipusatkan di Puskesmas Garawangi Kabupaten Kuningan, Kamis (28/1). Hadir pula Bupati Kuningan H Acep Purnama untuk membuka langsung launching vaksinasi tersebut. Wakil Bupati Kuningan HM Ridho Suganda menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Sinovac.

Sebelum menjalani vaksinasi, Wabup Edo-sapaan akrab wakil Bupati Kuningan- sempat memanjatkan doa.Tak butuh waktu terlalu lama, penyuntikan vaksin hanya berlangsung kurang dari 1 menit. Vaksinator yang menyuntikan vaksin kepada Wabup Edo adalah dr H Denny Musfata MKes. Usai disuntik vaksin, Wabup Edo terlihat biasa-biasa saja. Bahkan sesekali melemparkan senyuman kepada awak media.

“Rasanya tenang, tinggal menunggu hasil. Pasti deg-degan lah, manusiawi, namanya juga baru pertama kali mencoba sesuatu hal yang baru,” kata Wabup Edo usai menjalani vaksinasi Covid-19.

Dia berharap, upaya yang dilakukan ini bisa menjadi contoh bagi orang lain. Semoga bisa menjadi bahan pemikiran masyarakat, jika vaksin yang dikeluarkan pemerintah ini agar disikapi dengan bijak. “Bukan berarti kita ingin menyebarkan hoax dan sebagainya, tapi ini merupakan langkah pemerintah untuk bisa menyelamatkan masyarakat. Apa yang kita laksanakan saat ini harus bisa menjadi contoh seluruh masyarakat, agar kalau ada kesempatan divaksin maka harus diambil dan dimanfaatkan,” pintanya.

Sebelum kembali menerima vaksin kedua, Wabup Edo mengaku, sesuai anjuran pihak medis selama 14 hari ke depan masih diperbolehkan aktivitas seperti biasa. “Kalau anjuran dari pihak medis katanya biasa-biasa saja, kita melaksanakan kegiatan sehari-hari seperti biasa. Ya kalau sekarang kita ada sesuatu yang berbeda, ya wajar-wajar saja, karena ini kan vaksin yang baru pertama kali di dalam tubuh kita, kalau ada sesuatu yang berbeda ya wajar saja,” bebernya.

Hal senada disampaikan Dandim Kuningan Letkol Czi David Nainggolan. Dia mengaku tidak merasakan sakit apapun, hanya terasa seperti digigit semut. “Enggak sakit, kaya digigit semut aja. Tidak ada deg-degan, tidak ada apa-apa,” tukasnya.

Dandim mengimbau, agar masyarakat tidak perlu takut. Sebab biaya yang dikeluarkan untuk vaksinasi Covid-19 tidak murah. “Ini biayanya mahal, pemerintah mengeluarkan biaya untuk masyarakat. Ini sudah diteliti, dokternya bukan dari Indonesia saja, sudah seluruh dunia, bahwa ini sudah diteliti, sehat dan jangan percaya hoax,” imbau Dandim David.

Selain Wabup, dalam launching vaksinasi ini juga terdapat 9 orang lain, di antaranya Dandim 0615/Kuningan Letkol Czi David Nainggolan ST, Kepala Pelaksana (Kalaks) BPBD Indra Bayu Permana SSTP, Kepala Kejaksaan Negeri Luchterin Tedjo, dan perwakilan Kapolres. Sedangkan sisanya gagal disuntik karena tidak masuk persyaratan.

Bupati H Acep Purnama SH MH, pun tidak bisa dilakukan vaksinasi karena faktor usia, lantaran berusia di atas 60 tahun. Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy SE juga tidak ikut divaksin karena usianya 59 tahun 5 bulan. Berdasarkan ketentuan kesehtan, untuk suntik (imunisasi) vaksin Sinovac hanya diperbolehkan bagi yang berusia antara 18-58 tahun.

Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati H Acep Purnama SH MH kembali menjelaskan vaksin yang diberikan untuk Kabupaten Kuningan sebanyak 7.720 vial, itu pun untuk 2 kali penyuntikan. Penyuntikan perdana sebagai launching dilakukan untuk 10 orang VVIP dan sisanya untuk tenaga kesehatan.

“Mohon maaf, saya tidak termasuk ke dalam 10 penerima vaksin perdana, karena vaksin Covid-19 Sinovac hanya untuk usia 18-59 tahun. Untuk usia anak-anak dan lansia 60-89 tahun masih menunggu jenis vaksin yang lain, menunggu referensi ahli klinis,” kata Bupati Acep.

“Mudah-mudahan distribusi selanjutnya akan segera kita terima, sehingga target semua masyarakat di Kabupaten Kuningan yang berhak mendapatkan vaksin bisa segera divaksinasi,” imbuhnya.

Dijelaskan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi mengeluarkan izin penggunaan darurat (emergency use authorization-eua) vaksin Covid-19 Sinovac Januari 2021 ini. Vaksin tersebut memiliki mutu yang memenuhi standar yang berlaku, syarat pembuatan obat yang baik, dan memiliki manfaat lebih besar dari resiko yang didasarkan atas data klinik dan non klinik, ditambah adanya sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Di lokasi yang sama, Kepala Dinkes Kuningan dr Hj Susi Lusiyanti MM, melaporkan data sasaran vaksinasi pada launching kemarin dan 3 hari ke depan akan dilaksanakan sebanyak 3.860 orang sasaran, sehingga terdapat 327 sasaran yang belum divaksin pada tahap pertama tersebut.

Ia kembali menjelaskan, jumlah vaksin yang sudah datang dan siap didistribusikan sebanyak 7.720 vial, dan sudah tersedia 50 fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Kuningan yang sudah terdaftar dalam vikel dan di SK Kepala Dinas Kesehatan. Data Nakes )Tenaga Kesehatan) yang melayani ada sebanyak 37 Puskesmas, ditambah klinik Polres Kuningan, Klinik Kodim, Mitra Husada, 3 RSUD, dan 8 RS swasta.

“Kami saat ini memiliki 41 orang vaksinator, terdiri dari 37 orang di Puskesmas, 2 orang di RS 45 dan 2 orang di RS Linggajati. Dan kita akan menyuntikkan vaksin perdana untuk 10 orang untuk memberi tauladan pada masyarakat,” jelas dr Susi.

Ikut menambahkan, Tim Vaksin Dinkes Kuningan yang juga Kabid P2P, dr H Denny Mustafa MKes. Dikatakan, vaksin tersebut ditargetkan akan selesai akhir Februari 2021, karena Kuningan sendiri sudah ditugaskan oleh pemerintah pusat untuk segera melakukan vaksinasi. Selain itu ada 5 vaksin yang dipesan oleh Indonesia, diantaranya AstraZeneca, Sinopharm, dan Pfizer.

”Untuk hari ini (kemarin, red) semua Puskesmas akan mengambil vaksin di gudang obat. Untuk perwakilan yang telah disuntik vaksin, tidak perlu khawatir, karena memang efeknya untuk 1 sampai 2 hari mungkin tidak bisa melakukan gerakan yang berat-berat, serta harus tetap melaksanakan protokol kesehatan walaupun sudah disuntik vaksin,” kata dr Denny. 

“Untuk penyuntikan vaksin kedua, memerlukan jeda waktu 14 hari ke depan untuk memberi waktu pada tubuh memproduksi anti body,” imbuhnya. (ags/muh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.