Wabup Edo Divaksin Tahap Akhir

oleh -5 views
RIDHO DISUNTIK: Wakil Bupati HM Ridho Suganda SH MSi menjalani proses vaksinasi Covid-19 yang kedua, setelah menerima penyuntikan vaksin Sinovac perdana di Puskesmas Garawangi, beberapa waktu lalu.

KUNINGAN–Program Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Kuningan kini telah menginjak penyuntikan tahap akhir, khususnya bagi penerima vaksin Sinovac secara perdana pada 28 Januari 2021 lalu. Sejumlah pejabat daerah kini mengikuti Vaksinasi Covid-19 tahap kedua di Puskesmas Lamepayung, Kecamatan/Kabupaten Kuningan, kemarin (15/2).

Tak terkecuali Wakil Bupati HM Ridho Suganda SH MSi. Wabup Edo menjalani proses Vaksinasi Covid-19 yang kedua, setelah menerima penyuntikan vaksin Sinovac perdana di Puskesmas Garawangi, Kabupaten Kuningan, beberapa waktu lalu. Seperti halnya saat mengikuti penyuntikan Vaksin Sinovac secara perdana, Wabup Edo-sa*paan akrabnya, harus melalui serangkaian pemeriksaan kesehatan.

Pertama yakni melakukan pendaftaran, kemudian dilakukan screening, tahap selanjutnya penyuntikan dan terakhir adalah pemantauan dari petugas kesehatan. “Alhamdulillah ini penyuntikan vaksin yang kedua, efeknya ya tidak terlalu terasa seperti yang pertama kali. Ya lebih enak saja sih lebih ringan, gak ada apa-apa biasa saja,” kata Wabup Edo kepada awak media di sela vaksinasi.

Sejak pertama kali menerima Vaksin Sinovac pada 28 Januari 2021 lalu, Wabup Edo mengaku, selama hampir 20 hari terakhir tidak mengalami gejala-gejala cukup serius. Aktivitas kedinasan maupun kegiatan sehari-hari tetap dijalankan seperti biasanya.

“Ya sejak awal disuntik vaksin, saya tetap melakukan tugas dan kegiatan sehari-hari. Tidak ada kendala apapun, semuanya berjalan normal seperti biasanya,” tutur putra bungsu bupati dua periode, H Aang Hamid Suganda tersebut.

Edo menjelaskan, proses vaksinasi Covid-19 yang dijalani merupakan penyuntikan terakhir, sebab hanya dilakukan sebanyak dua kali penyuntikan Vaksin Sinovac. “Iya ini yang kedua, dan hanya dua kali ya. Intinya, kita membutuhkan vaksin sekitar 95 persen didalam tubuh,” jawabnya.

Oleh sebab itu, lanjut dia, vaksinasi ini harus dijalani selama dua kali penyuntikan vaksin Covid-19. Jika nanti ada gejala pusing ataupun keluhan lain, maka disarankan agar penerima vaksin itu harus menghentikan aktivitasnya terlebih dahulu. “Jadi baiknya itu istirahat dulu, jangan dipaksakan beraktivitas dan selama tidak ada keluhan di tubuh kita, ya itu tidak apa-apa untuk melakukan aktivitas sehari-har,” sarannya.

Orang kuat kedua di Pemkab Kuningan itu berharap, proses vaksinasi Covid-19 yang akan menyasar seluruh masyarakat dapat berjalan lancar. Semoga semua pihak bisa mensukseskan program vaksinasi Covid-19, sebagai upaya bersama untuk mencegah penularan Virus Corona lebih luas. “Walaupun sudah menerima Vaksin Sinovac, kita harus tetap menjaga protokol kesehatan Covid-19,” pungkasnya. (ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.