Usaha Kecil Menengah Wedang Rempah Berkah yang Eksis Kala Pendemi Covid-19

oleh -212 views
UNTUK SOSIAL: Sebagai rasa syukur usahanya terus berkembang, pengusaha Wedang Rempah Berkah tak lupa menyisihkan 10 persen dari keuntungannya untuk pembangunan masjid dan membantu anak yatim. FOTO: IST

Produk Wedang Rempah Berkah benar-benar sesuai namanya, mendulang berkah. Di kala pandemi Covid-19, produksi dan pemasarannya kian berkembang. Kemajuan Usaha Kecil Menengah (UKM) asal Desa Balong, Kecamatan Sidangagung, juga dibarengi kesalehan sosial oleh pemiliknya.

TATANG ASHARI, KUNINGAN

Pesatnya usaha Wedang Rempah Berkah disadari oleh pemiliknya, ada campur tangan Tuhan. Karena itu, H Saleh Afif tidak lupa kewajiban sosial keagamaan. Ia pun sepakat 10 persen hasil penjualan minuman tradisional sehat dari bahan rempah-rempah tersebut, didonasikan guna membantu pembangunan masjid dan anak yatim piatu.

“Sudah diniatkan. Saya tidak mau mengejar keuntungan semata. Hasil penjualan, 10% saya alokasikan untuk membantu pembangunan masjid. Juga membantu anak yatim,” ucap H Saleh Afif kepada Radar, Jumat (5/6).

Ia baru menarget pembangunan masjid Desa Balong yang belum tuntas. Setelah sejak awal hingga kini, Ia terus memberdayakan masyarakat desa, terutama kaum perempuan. “Dari pada banyak menganggur di rumah, lebih baik ikut bekerja meracik bahan rempah untuk produksi Wedang Rempah Berkah. Sehingga kesejahteraan mereka meningkatkan,” tuturnya.

Pengalokasian 10 persen dari hasil penjualan untuk masjid dan anak yatim, sebagai wujud rasa syukurnya kepada Allah SWT. Ke depan, bahkan Ia ingin bantuan ini, bukan hanya masjid dan anak yatim di Desa Balong sebagai lokasi industri Wedang Rempah Berkah, tetapi juga bisa membantu pembangunan masjid dan anak yatim di desa-desa lain. Terutama di Kabupaten Kuningan.

“Mohon doa restu kepada masyarakat untuk mengembangkan dan memajukan Wedang Rempah Berkah ini. Sehingga produk dan hasilnya bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Baik itu kesehatan, juga membantu syiar agama, ikut membantu masjid dan anak yatim,” ungkap H Saleh Afif.

Saleh bersyukur, produk Wedang Rempah Berkah asli produk masyarakat Kuningan ini, telah mendapat sambutan luar biasa, baik di Kuningan maupun di luar daerah, terutama kota-kota besar. Mereka sudah meyakini, dan membuktikan dengan bahan rempah-rempah seperti jahe, kayu manis, serai, cengkih, kapulaga, kunyit, secang dan lain-lain. Minuman tradisional Wedang Rempah Berkah bisa bermanfaat meningkatkan ketahanan tubuh.

Di antaranya berkhasiat meredakan masuk angin, sakit kepala juga batuk. Mampu melancarkan sirkulasi darah, menghilangkan gejala masuk angin, menyehatkan pencernaan juga menghilangkan nyeri. “Wedang Rempah ini, cukup direbus bersamaan. Khasiatnya luar biasa,” ucap dia.

Atas bimbingan Marketing Yudi Rickriyanto dan Ade Hendriana, Wedang Rempah Berkah juga berhasil mengubah paradigma wedang rempah menjadi lebih kekinian. Kemasan berkembang menjadi lebih modern mengikuti permintaan pasar. Mulai mirip seperti teh celup, hingga lebih praktis dan instan dan kemasan sachet. Awet, tahan lama. Meski tahunan.

Melalui beragamnya kemasan wedang rempah yang Ia buat, antusias masyarakat di pasar  semakin tinggi. Sekarang, banyak orang tak lagi merasa khawatir untuk meminum wedang rempah, yang semula mirip seperti sampah.

“Dari kemasan lebih kekinian, orang-orang yang tadinya ilfeel, mau minum. Takut seperti makan rempah, jadi mau minum. Kami juga bilangnya ini wedang, bukan jamu yang kesannya minuman kuno, atau pahit,” imbuh dia.

Rasa syukur ini, lanjut Saleh Afif, lebih lengkap dengan telah adanya dukungan penuh para petinggi di Kabupaten Kuningan. Mulai Bupati Kuningan, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim 0615, dan lain-lain. “Sebagai warga Kuningan, kami merasa bangga mendapat dukungan dan motivasi besar dari beliau-beliau,” pungkas Saleh Afif. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.