Turun dari Angkot, Meninggal di Depan Pom Bensin Cirendang

oleh -88 views
EVAKUASI JENAZAH: Anggota Inafis Polres Kuningan mengevakuasi jenazah lelaki paruh baya yang ditemukan tergeletak di depan Rest Area Cirendang, Kamis (5/8) sore. FOTO: M taufik/radar kuningan

KUNINGAN – Masyarakat di sekitar Rest Area SPBU Cirendang dihebohkan dengan temuan mayat orang tak dikenal yang baru turun dari Angkot Cirebon, Kamis (5/8) sore.

Mayat lelaki berperawakan tambun mengenakan kaos merah dan celana pendek tersebut ditemukan warga di pinggir jalan depan Rest Area Cirendang sekitar pukul 15.00 WIB. Sejumlah warga sempat melihat lelaki tersebut baru turun dan ditinggalkan angkot Cirebon GG jurusan Gunungsari-Celancang.

Keberadaan mayat tak dikenal ini pun kemudian dilaporkan warga ke anggota polisi yang sedang berjaga di pos Taman Cirendang. Seketika polisi pun mengejar angkot Cirebon tersebut dan meminta sopirnya untuk kembali ke lokasi di mana penumpangnya diturunkan dan sudah tergeletak tak bernyawa.

“Saya baru sampai di sekitar pom bensin Cirendang tiba-tiba disetop polisi. Mengabarkan penumpang saya yang diturunkan tadi meninggal dunia dan meminta saya kembali ke TKP,” ungkap Khaerudin sopir angkot tersebut.

Khaerudin menceritakan awal mula keberadaan penumpang di angkotnya tersebut sejak dari daerah Klayan, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon. Waktu itu dia disetop oleh seseorang yang menitipkan penumpang untuk dibawa ke Kuningan.

“Saya sampai mengoper empat orang penumpang saya ke angkot lain. Saya dibayar Rp200.000 oleh orang yang menitipkan penumpang ini supaya dibawa ke Kuningan, katanya sampai Pasar Baru,” tutur Khaerudin.

Namun, lanjut Khaerudin, saat baru sampai di Pom Bensin Cilowa penumpang tersebut meminta turun untuk dipindahkan ke angkot 03. Sewaktu diturunkan, katanya, penumpang tersebut masih bisa berjalan namun sudah sangat kepayahan.

“Saat diturunkan kondisinya sudah sangat payah. Kemudian saya bantu turun dari angkot, namun dia sudah tidak bisa berdiri jadi saya dudukkan di jalan. Kemudian saat akan pindah ke Angkot 03, ternyata tidak ada yang mau bantu. Sampai saya nyeberang minta tolong ke penjual rujak buah juga tidak mau bantu karena alasan sedang beres-beres mau pulang. Akhirnya penumpang tersebut saya biarkan di jalan, lalu saya pulang. Baru sampai di Pom Bensin Cilowa saya dicegat polisi mengabarkan penumpang tersebut meninggal,” ujar Khaerudin.

Temuan mayat di SPBU Rest Area Cirendang ini pun segera ditangani anggota Polsek Kuningan yang langsung mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi. Disusul anggota  Inafis Polres Kuningan melakukan identifikasi kemudian mengevakuasi ke Kamar Mayat RSUD ’45 Kuningan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Awalnya, petugas tak menemukan kartu identitas yang melekat pada tubuh lelaki bertubuh gempal tersebut. Namun sekitar pukul 17.30 WIB, petugas mendapati seseorang yang mengaku mengenal mayat lelaki tersebut.

“Alhamdulillah, saat pemeriksaan di Kamar Mayat ada seseorang yang mengaku mengenal lelaki tersebut. Disusul kemudian anggota keluarganya datang dan membenarkan jenazah merupakan kerabat dekatnya,” ungkap Kapolsek Kuningan Kompol Agus Suroso kepada Radar.

Agus menyebutkan, jenazah lelaki tersebut bernama Tamrin (55) warga Kelurahan Awirarangan, Kecamatan Kuningan. Berdasarkan keterangan keluarganya, Tamrin selama ini bekerja sebagai penarik becak di Cirebon.

“Katanya yang bersangkutan juga punya riwayat sakit diabetes. Mungkin kondisi dari Cirebon sudah sakit, kemudian oleh orang di sana menitipkan Pak Tamrin naik angkot untuk dibawa pulang ke keluarganya di Kuningan. Namun saat di jalan tidak kuat, hingga akhirnya meninggal dunia,” ungkap Agus.

Kapolsek melanjutkan, pihak keluarga telah menerima dan mengikhlaskan meninggalnya Tamrin  sebagai takdir dari Allah SWT dan menolak jenazahnya dilakukan autopsi. Atas hal tersebut, pihaknya kemudian menyerahkan jenazah Tamrin ke keluarganya untuk pemulasaraan dan dikuburkan secara layak.

“Hasil pemeriksaan pun tidak ditemukan tanda kekerasan dan disimpulkan penyebab korban meninggal karena penyakit yang dideritanya. Pihak keluarga pun sudah menerima musibah ini sebagai takdir dari Allah SWT, lalu sekitar menjelang Magrib membawa pulang jenazah untuk dikuburkan,” pungkas Kapolsek. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.