Tiga Hari Semprot Disinfektan Secara Masal

oleh -40 views
SEMPROT DISINFEKTAN: Petugas Damkar Kuningan melakukan penyemprotan cairan disinfektan secara masal untuk antisipasi penyebaran dan penularan Covid-19 menjelang Lebaran. Foto: M taufik/radar kuningan

KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan mengantisipasi penyebaran dan penularan Covid-19 menjelang Hari Raya Idul Fitri dengan mengerahkan seluruh kekuatan petugas Damkar melakukan penyemprotan cairan disinfektan secara masal selama tiga hari berturut-turut.

Penyemprotan cairan disinfektan diawali Senin (10/5) pagi meliputi kawasan Kuningan Kota mulai jalan protokol hingga objek vital seperti halaman kantor bupati, perkantoran dinas, Kodim, Polres, gedung dewan hingga terminal dan masjid. Kegiatan penyemprotan pun dilakukan dengan dua cara, yakni menggunakan kendaraan Damkar untuk lingkungan dan halaman fasilitas umum dan secara manual menggunakan sprayer untuk di dalam ruangan.

Kepala UPT Damkar Kuningan Mh Khadafi Mufti mengatakan, pihaknya mengerahkan seluruh personel Damkar yang berjumlah 27 orang dengan lima armada kendaraan pemadam yang dimiliki. Penyemprotan dilakukan secara massif meliputi tempat-tempat keramaian, jalan protokol hingga bangunan perkantoran dan masjid di seluruh wilayah Kabupaten Kuningan secara bertahap hingga hari Rabu besok (12/5).

“Diawali hari ini kami fokus melakukan penyemprotan di 42 titik di kawasan Kuningan kota, meliputi kantor bupati, jalan utama, kawasan pertokoan Siliwangi hingga Tamkot, Masjid Syiarul Islam dan seluruh bangunan perkantoran dinas, perbankan dan lainnya. Dilanjut hari Selasa meliputi kawasan Kuningan Utara dan hari Rabu di wilayah Timur dan Barat,” ungkap Khadafi saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Khadafi mengatakan, kegiatan penyemprotan disinfektan tersebut sebagai salah satu upaya Pemkab Kuningan mencegah penularan dan penyebaran Covid-19. Terlebih saat ini sudah mendekati Lebaran, di mana mulai banyak pemudik yang datang dan masyarakat banyak menyerbu tempat perbelanjaan seperti pasar dan toko modern dan lainnya sehingga sangat rawan terjadi penularan.

“Apalagi saat ini Kuningan juga masuk dalam zona orange sehingga untuk antisipasi penularan lebih banyak maka kami lakukan penyemprotan disinfektan secara masal. Mudah-mudahan dengan cara ini cukup efektif memberantas virus Corona yang menempel di tempat-tempat keramaian tersebut,” ujarnya.

Namun demikian, Khadafi mengatakan, kegiatan penyemprotan disinfektan dimungkinkan tidak bisa dilakukan menyeluruh mengingat keterbatasan personel dan ketersediaan cairan disinfektan. Oleh karena itu, pihaknya meminta partisipasi aktif dari pemerintah desa untuk ikut mengantisipasi penularan Covid-19 di wilayahnya masing-masing dengan melakukan penyemprotan secara mandiri.

“Terutama masjid-masjid yang akan digunakan untuk kegiatan Salat Ied agar dilakukan penyemprotan secara mandiri oleh pengurus dan pemerintah desa masing-masing. Selain itu jangan bosan mengingatkan masyarakat tentang protokol kesehatan dan penerapan 5M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas). Insya Allah kalau semua bisa tertib dan patuh terhadap protokol kesehatan, kita bisa berlebaran dengan aman dan penularan Covid-19 bisa ditekan,” pungkas Khadafi. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.