Tiga Hari Operasi Zebra, 694 Pelanggar Terjaring Razia

oleh -4 views
Kasat Lantas Polres Kuningan AKP Sofyan Efendi menunjukkan sejumlah kendaraan roda dua yang terjaring Operasi Zebra Lodaya selama tiga hari kemarin. FOTO: M TAUFIK/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN-Anggota Polisi Lalu Lintas (Polantas) Polres Kuningan sudah menindak sebanyak 694 pelanggaran lalu lintas selama tiga hari giat operasi Zebra Lodaya.

Kasat Lantas Polres Kuningan AKP Sofyan Efendi mengungkapkan, merinci jumlah pelanggar yang terjaring razia yaitu pada hari pertama sebanyak 159 pelanggaran, pada hari kedua 297 pelanggaran dan di hari ketiga ada 238 pelanggaran. Semuanya, kata Sofyan, diberi tindakan tegas berupa tilang bahkan beberapa harus diamankan kendaraannya karena pengendara tidak bisa menunjukkan surat-surat atau masih di bawah umur.

“Selama tiga hari giat Operasi Zebra Lodaya kami sudah mengamankan sebanyak 32 kendaraan roda dua dan dua unit kendaraan roda empat. Sebagian besar karena pengendara tidak bisa menunjukkan surat-surat atau pengendara yang masih di bawah umur,” ujarnya.

Untuk para pengendara yang masih di bawah umur, lanjut Sofyan, menjadi perhatian khusus petugas dan mendapat perlakuan yang tidak biasa. Dijelaskan, pihaknya tidak dengan mudah mengembalikan kendaraan yang terjaring razia dengan pengendara yang masih di bawah umur, melainkan harus diambil langsung oleh orang tua anak tersebut.

“Kami memanggil orang tua anak pengendara motor tersebut agar datang ke Polres Kuningan untuk diberi pengarahan terlebih dahulu. Setelah itu, mereka harus mendandatangani surat pernyataan bermaterai yang isinya tidak akan memberikan anak-anaknya mengendarai motor sebelum punya SIM,” tegas Sofyan.

Menurut Sofyan, cara ini sebagai bentuk perhatian pihak kepolisian dalam melindungi generasi muda sehingga tidak menjadi korban kecelakaan di jalan. Pasalnya, kata dia, berdasarkan data kepolisian angka kecelakaan lalu lintas sebagian besar korbannya adalah para pelajar.

“Bentuk sayang orang tua kepada anaknya, bukan dengan cara memberikan kendaraan bermotor tapi justru menjerumuskan. Karena secara psikologis mereka belum matang, sehingga tak heran beberapa kejadian kecelakaan pengendaranya adalah anak di bawah umur karena kebut-kebutan dan lainnya,” ungkap Sofyan.

Dengan giat Operasi Zebra ini pula, kata Sofyan, bukan dalam rangka mencari-cari kesalahan pengendara melainkan tujuan utamanya adalah mengajak masyarakat untuk tertib berlalu lintas yang hasilnya adalah menghindarkan dari kecelakaan di jalan. Caranya dengan melengkapi semua surat-surat kendaraan, menggunaan helm SNI, kelengkapan kendaraan, tidak menggunakan knalpot bising hingga mengenakan sabuk pengaman bagi pengendara mobil.

“Mudah-mudahan selama giat Operasi Zebra Lodaya hingga tanggal 4 November mendatang, akan semakin menyadarkan masyarakat tentang arti penting tertib berlalu lintas. Dampak positifnya, angka kecelakaan pun diyakini akan semakin berkurang,” pungkas Sofyan. (fik)

No More Posts Available.

No more pages to load.