Tes Rapid Antigen, Separuh Anggota DPRD Mangkir

oleh -30 views
TES ANTIGEN: Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy saat pelaksanaan kegiatan tes rapid antigen di gedung DPRD, kemarin (20/1).

KUNINGAN-Puluhan anggota DPRD Kabupaten Kuningan menjalani tes rapid antigen, Rabu (20/1). Secara bersamaan pula, para staf Sekretariat DPRD ikut dirapid antigen.

Kegiatan tes rapid antigen tersebut dilakukan menyusul adanya sejumlah anggota dan staf DPRD Kuningan yang positif terpapar Covid-19 beberapa waktu lalu. Tak lama kemudian hasil tes tersebut langsung keluar.

Ketua DPRD Kabupaten Kuningan Nuzul Rachdy SE, usai mengikuti tes rapid antigen tersebut, menjelaskan terdapat 76 orang yang menjalani rapid antigen, terdiri dari 23 anggota DPRD atau hampir separuhnya dan 53 orang staf Sekretariat DPRD.

“Hari ini kita melakukan rapid antigen terhadap pimpinan dan anggota dewan. Ada 76 orang yang menjalani rapid antigen, dan alhamdulilah hasilnya semuanya negatif Covid-19,” jelas Nuzul saat diwawancara sejumlah wartawan.

Meski harapannya semua anggota dewan ikut menjalani tes rapid antigen secara serempak kemarin, namun ternyata cukup banyak anggota dan staf sekretariat yang mangkir. Untuk itu, ia meminta kepada para anggota dan staf yang belum melakukan rapid antigen agar melaksanakan secara mandiri.

“Untuk anggota dan staf yang belum rapid antigen saya minta melakukan sendiri baik itu di rumah sakit, di klinik maupun laboratorium. Nanti hasilnya bisa dilaporkan ke Sekertariat DPRD,” pintanya.

Nuzul pun membenarkan sebelumnya dari dua anggota dewan yang terkonfirmasi positif Covid-19, beberapa waktu lalu terdapat satu lagi anggota yang terpapar virus tersebut. Sehingga, tercatat 5 penghuni gedung DPRD yang terpapar Covid-19, terdiri dari 3 anggota dewan dan 2 staf Sekretariat DPRD.

“Sampai hari ini (kemarin, red) tercatat ada lima orang di DPRD Kabupaten Kuningan yang positif terpapar Covid-19. Lima orang itu terdiri dari tiga anggota dan dua orang staf. Dari lima orang tersebut, tiga di antaranya sudah dinyatakan sembuh, sedangkan dua orang yang merupakan anggota dewan masih menjalani karantina mandiri,” terang Nuzul.

“Gedung DPRD juga untuk sementara ditutup sampai hari Senin pekan depan. Ini dilakukan untuk sterilisasi dan menghindari penularan,” imbuhnya.

Sementara itu, kegiatan rapid antigen di DPRD ini dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kuningan dengan menerjunkan sejumlah petugas tenaga kesehatan (nakes) dari sejumlah puskesmas. Kegiatan berlangsung tertib, dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. (muh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *