Terekam Kamera, Slamet Ramadhan Kondisinya Sehat

oleh -41 views
TUMBUH SEHAT: Setelah delapan bulan dilepasliarkan, Macan Tutul Jawa Slamet Ramadhan masih terpasang GPS Collar dengan kondisi sehat.

KUNINGAN – Slamet Ramadhan, Macan Tutul Jawa (Panthera Pardus Melas) yang dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai pada Juli 2019 lalu kembali menampakkan diri terekam camera trap petugas Monitoring Macan Tutul Jawa TNGC. Dalam rekaman terlihat macan tutul jenis kumbang tersebut kondisinya sehat dengan kalung GPS Collar masih melingkar di lehernya.

Dalam rekaman terlihat Slamet Ramadhan berjalan dengan gagah melintasi kamera petugas monitoring macan tutul jawa TNGC. Sesekali dia menggesek-gesekkan tubuhnya ke batang pohon sebagai cara dia menandai daerah kekuasaannya.

Humas Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Agus Yudantara mengatakan, rekaman video penampakan Slamet Ramadhan tersebut dari kamera milik Tim Monitoring Macan Tutul Jawa TNGC. Pada Maret 2020, tim melakukan unduh data dari camera trap dan ternyata mendapatkan dokumentasi yang memberi kelegaan bagi semua pihak yang berkontribusi dalam pelepasliaran.

“Dari dokumentasi tersebut, Slamet Ramadhan terlihat sehat dan bugar. Artinya dia dapat beradaptasi di lingkungan barunya serta betah beraktivitas di hutan Gunung Ciremai dan jauh dari pemukiman masyarakat,” ungkap Agus.

Ditambahkan Idin Abidin selaku petugas Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) yang juga masuk dalam anggota tim monitoring menyatakan, keberhasilan Slamet Ramadhan menyesuaikan diri dengan lingkungan Gunung Ciremai karena masih terjaganya kelestarian keanekaragaman hayati terutama keberadaan satwa mangsa dan daya dukung lingkungan lainnya. Hal ini menandakan kawasan TNGC kondisinya masih sangat baik sebagai habitat baru bagi Slamet Ramadhan.

“Dengan kelimpahan mangsa di kawasan hutan Gunung Ciremai, ternyata cukup memenuhi kebutuhan hidup macan tutul Slamet Ramadhan tersebut tanpa harus berkonflik dengan manusia. Oleh karena itu dukungan masyarakat sekitar kawasan dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati TNGC memberi peran penting dalam proses adaptasi Slamet Ramadhan,” ujar Idin.

Terkait keberadaan kalung GPS collar yang melingkar di leher Slamet Ramadha, Idin mengatakan, kalung tersebut sudah diseting sedemikian rupa sehingga akan lepas dengan sendirinya setelah satu tahun masa pelepasliaran. Namun dia memastikan keberadaan kalung tersebut tidak mengganggu aktivitas dan kehidupan Slamet Ramadhan yang terlihat dari kondisi tubuhnya yang kini semakin sehat dan kekar. (fik)

No More Posts Available.

No more pages to load.