Tendik Penentu Keberhasilan Program Digitalisasi Sekolah

oleh -14 views
WORKSHOP: Bupati H Acep Purnama membuka Workshop Digitalisasi Sekolah dan Pelatihan Learning Management Sistem Untuk Sekolah, di Aula SMPN 1 Kuningan, Selasa (8/6). Foto : Mumuh Muhyiddin/Radar Kuningan

KUNINGAN-Bupati Kuningan H Acep Purnama SH MH membuka Workshop Digitalisasi Sekolah dan Pelatihan Learning Management Sistem untuk Sekolah, yang digelar di Aula SMP Negeri 1 Kuningan, Selasa (8/6).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kuningan Dr Wahyu Hidayah MSi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs H Uca Somantri MSi, Plt Direktur Ekonomi Digital I Nyoman Adhiarna, Praktisi Pendidikan Center Education Regulation and Development Analisis / CERDAS Indra Charis Miadji, Ceo sekolah.id Hendry Cahya Irawan, beserta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Acep menyampaikan, peningkatan kapasitas tenaga pendidik (tendik) di era 4.0 sangat penting, karena Program Digitalisasi Sekolah akan didukung dan ditindaklanjuti dengan peningkatan kompetensi guru, khususnya  di bidang penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Menurutnya, ini karena tenaga pendidik merupakan ujung tombak dan penentu keberhasilan program Digitalisasi Sekolah, untuk mempercepat terciptanya sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

“Pandemi Covid-19 menimbulkan berbagai dampak negatif pada berbagai bidang, namun dari bencana ini ada  hal positif yang dapat kita petik. Salah satu hal positif tentu adalah kita dipaksa “melek” akan teknologi digital dan menerapkannya pada kehidupan sehari-hari. Ini merupakan suatu tantangan yang harus dihadapi baik oleh para guru sebagai tenaga pendidik dan siswa,” tutur Acep.

Dikatakan bupati, bagi sebagian orang, teknologi digital bukan hal baru. Dengan beralih sepenuhnya ke sistem pembelajaran berbasis digital atau digital learning, bukan hal yang mudah, apalagi dilakukan secara mendadak dan dalam waktu yang singkat.

“Ada banyak tantangan pembelajaran jarak jauh yang harus dihadapi baik oleh guru maupun siswa di era pandemi Covid-19 ini. Di antaranya manajemen waktu dan proses kerja yang tidak efektif, tidak meratanya koneksi dan kepemilikan gadget, privasi data dan pengamanan sistem,” ungkap Acep.

Selain itu, kata bupati, seiring berjalannya waktu, proses belajar dan mengajar harus tetap berjalan. Maka solusinya dengan learning management sistem yang diluncurkan oleh Dirjen Aptika Kemenkominfo RI melalui Direktorat Ekonomi Digital, dengan melaksanakan workshop digitalisasi sekolah dan pelatihan learning management sistem selama 2 hari untuk para pendidik SMP.

“Berdasarkan hal-hal di atas, kegiatan ini sangat penting dalam rangka meminimalisir hambatan selama pelaksanaan pembelajaran jarak jauh. Ini membantu mengelola pembelajaran online dan aktivitas pembelajaran lebih efektif dan efisien,” jelas Acep.

Bupati pun berpesan, untuk para peserta agar mengikuti workshop digital dan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya, sehingga ilmunya dapat diterapkan dalam proses belajar dan mengajar secara daring.

“Kepada para pengajar atau instruktur dari Direktorat Ekonomi Digital Kemenkominfo, mohon memberikan pelatihan kepada peserta dengan jelas dan sabar, agar learning management sistem dapat diterapkan di Kabupaten Kuningan, dan proses pembelajaran berjalan dengan lancar,” pesan Bupati.

Kegiatan Workshop Digitalisasi Sekolah dan Pelatihan Learning Management Sistem ini diikuti oleh 56 peserta dari 28 sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Kuningan. Agenda dilaksanakan selama 2 hari, 8-9 Juni 2021. (muh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.