Tanda “X” di Kursi Dinilai Kurang Efektif untuk Cegah Kerumunan

oleh -32 views
Operasi-yustisi
Petugas melaksanakan operasi yustisi memantau kepatuhan selama PPKM di Kuningan. Foto: Bubud Sihabudin

KUNINGAN – Petugas gabungan dari gugus tugas Covid19 Kuningan kembali menggelar operasi yustisi dalam memantau kepatuhan selama PPKM hingga 25 Januari.

Seperti yang dilakukan pada Sabtu malam lalu, petugas gabungan dari Polres Kuningan, Kodim, Satpol pp dan Dishub mensosialisasikan 3m dan memantau kepatuhan pelaku usaha terkait pembatasan jam operasional hingga pukul 20:00 wib. Operasi dimulai dari pusat kota ke arah perbatasan Cirebon.

Petugas menyisir beberapa titik yang menjadi pusat keramaian dan tempat tongkrongan seperti kafe/restoran dan toko modern. Diawali dari Taman Kota berlanjut ke jalan Siliwangi dan seterus ke arah utara menuju perbatasan Cirebon.

” Kami mengunjungi tempat-tempat yang sering dijadikan berkumpul anak-anak muda dan obyek keramaian orang,” terang Kabag Ops Polres Kuningan Kompol Tri Sumarsono yang memimpin langsung Operasi Yustisi gabungan ini.

Dalam operasi ini petugas menegur kafe/restoran dan toko modern yang masih buka diluar batas jam operasional. Setelah diberikan teguran secara langsung, pengelola setempat, umumnya segera menutup kegiatan operasional mereka dan mematuhi anjuran petugas.

Terkait pencegahan kerumunan, menurut Kompol Tri, keberadaan tanda “X” (silang) pada kursi dinilai tidak efektif dalam mencegah kerumunan. Yang terbaik dilakukan justru mengurangi jumlah kursi yang ada. Hal ini banyak dijumpai di tempat tongkrongan favorit anak muda di malam minggu kemarin.

“Kami juga menyampaikan himbauan kepada pengusaha kafe untuk mengurangi jumlah tempat duduk yang tersedia dan tidak lagi menggunakan tanda X,” jelasnya.

Melalui operasi yustisi lanjut dia, secara terus menerus (rutin) ini, bertujuan untuk meminimalisir bertambahnya jumlah warga yang terpapar Covid-19. Kegiatan ini juga memiliki dasar hukum yang jelas, yakni penerapan dari Inpres No 6 Th 2020, tentang peningkatan disiplin dan penegakkan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19.

“Kami berharap kepada masyarakat agar tetap mengikuti protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker jika keluar rumah, mencuci tangan dan jaga jarak serta menghindari kerumunan. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk mencegah terpapar Covid-19,”pungkas Tri. (Bubud Sihabudin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.