SLB Bina Insani Resmi Menjadi Negeri

oleh -13 views
JADI NEGERI: Kadisdik Jabar Dedi Supendi didampingi Bupati Kuningan Acep Purnama menandatangani prasasti peresmian peralihan status SLB Bina Insani dari swasta menjadi sekolah negeri, kemarin (17/9).FOTO: M taufik/radar kuningan

KUNINGAN – Sekolah Luar Biasa (SLB) Bina Insani di Desa Kalimanggis Kulon, Kecamatan Kalimanggis, yang selama 10 tahun lebih berstatus sekolah swasta kini resmi menjadi sekolah negeri yang dikelola pemerintah.

Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi, kemarin (17/9).  Disaksikan langsung oleh Bupati Kuningan Acep Purnama didampingi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Provinsi Jawa Barat Ester Miori Dewayani, Sekretaris Disdikbud Muhammad Mutofid dan Kepala Bidang Pembinaan PAUD-Dikmas Elon Carlan. Dalam kesempatan itu, diresmikan juga peralihan status dua SLB lain yakni SLB Tanjungmedar di Kabupaten Sumedang dan SLB Sindangsari di Kabupaten Ciamis.

Dalam sambutannya, Kadisdik Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan, peningkatan status tiga SLB swasta menjadi negeri ini sebagai salah satu upaya meningkatkan pelayanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di Jawa Barat. Dedi pun mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Kuningan yang telah banyak melakukan inovasi dalam hal pendidikan inklusi dengan hadirnya beberapa SLB di sejumlah wilayah serta penerapan pendidikan inklusif bagi seluruh sekolah umum.

“Agenda peresmian tiga SLB negeri ini sebagai wujud keseriusan pemerintah dalam mewujudkan program Jabar berinklusi. Juga untuk Kabupaten Kuningan saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah berinovasi untuk pendidikan inklusi yang sudah berjalan hingga menjangkau seluruh jenjang pendidikan,” ungkap Dedi.

Terkait keberadaan SLB di Jawa Barat, Dedi mengatakan, hingga saat ini jumlahnya sudah cukup banyak yakni mencapai 384 sekolah. Namun demikian, Dedi mengaku masih ada beberapa daerah yang belum mempunyai SLB seperti Ciamis dan Pangandaran.

“Sebagai solusinya, kami sudah menyusun beberapa rencana untuk penyelenggaraan pendidikan inklusi dengan pola integrasi dan revitalisasi. Yakni menyelenggarakan pendidikan luar biasa yang terintegrasi dengan sekolah umum seperti SMP, SMA atau SMK. Sehingga kita tidak perlu repot lagi membangun sekolah di lahan yang baru, melainkan memanfaatkan fasilitas pendidikan yang sudah ada yakni di sekolah tersebut tadi,” papar Dedi.

Sementara itu, Bupati Kuningan Acep Purnama menyampaikan apresiasi atas perubahan status SLB Bina Insani yang kini menjadi sekolah negeri. Program tersebut, kata Acep, diyakini akan sangat berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus di wilayah Utara Kuningan.

“Merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan untuk kami, salah satu SLB di Kabupaten Kuningan naik status menjadi sekolah negeri. Kepercayaan yang diberikan kepada kami mudah-mudahan membawa keberkahan bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Kuningan terutama pendidikan bagi anak-anak yang kurang beruntung secara fisik maupun mental,” papar Acep.

Acep menambahkan, dalam upaya meningkatkan pelayanan pendidikan inklusi yang menyeluruh pihaknya pun berencana untuk membangun SLB di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Kuningan. “Apabila berkenan, kami siap untuk menyediakan lahan untuk pembangunan SLB di setiap kecamatan,” ujar Acep.

Keinginan bupati ini pun mendapat respons positif Kadisdik Provinsi Jawa Barat Dedi Supendi sebagai salah satu upaya percepatan penanganan pendidikan inklusi di Jawa Barat khususnya di Kabupaten Kuningan. “Biar gerak cepat, nanti setiap kecamatan bisa membentuk unit layanan disabilitas yang akan menjadi cikal bakal dibangunnya SLB. Tapi nanti induk datanya menginduk ke SLB yang terdekat,” ujar Dedi. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.