SKK Cetak Kader PMII Berkualitas

oleh -16 views
SEKOLAH KADER: Sekolah Kader Korp PMII Putri (SKK) menjadi salah satu ruang untuk mencetak kader-kader aktivis mahasiswa berkualitas

KUNINGAN–Sekolah Kader Korp PMII Putri (SKK) menjadi salah satu ruang untuk mencetak kader-kader aktivis mahasiswa berkualitas. Kegiatan SKK yang digelar di Gedung PC NU Kuningan pada Rabu (16/6), menjadi bagian penting dalam pengembangan organisasi kaderisasi tersebut.

Ketua Kopri PC PMII Kuningan Oki Ayu Setiawati mengatakan, pada era saat ini banyak ruang-ruang strategis yang belum diisi oleh perempuan. Oleh karena itu, perempuan harus mampu memanfaatkan setiap peluang dan dapat berperan dalam setiap pembangunan.

“Sejak didirikan, Kopri memiliki cita-cita luhur, di mana perempuan harus memiliki peran strategis dalam pembangunan. Adapun SKK yang dilaksanakan berorientasi pada pembentukan kepemimpinan perempuan,” ungkap Setiawati dalam keterangan persnya, kemarin.

Dia berharap, melalui kegiatan SKK akan memunculkan kepemimpinan baru dari kalangan perempuan. Sehingga mampu memanfaatkan setiap peluang dan bisa mengisi ruang-ruang strategis di berbagai lini.

“Semoga keberadaan Kopri ini dapat memberikan warna dan kontribusi positif bagi masyarakat, dalam setiap pembangunan di wilayah Kuningan,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Bupati HM Ridho Suganda SH MSi menyampaikan, Sekolah Kader Kopri merupakan media peningkatan kapasitas kader dari kalangan mahasiswa. Melalui SKK yang dilaksanakan, semoga melahirkan kader-kader perempuan yang berkualitas dan mampu berperan dalam sendi-sendi pembangunan bangsa.

“Selaras dengan tema yang diusung yaitu Gerakan Kopri dalam Narasi Strategis Membangun Daerah, diharapkan melalui SKK kali ini akan mencetak perempuan generasi Islam yang berkualitas dan mampu berperan dalam setiap sendi pembangunan,” ungkapnya.

Menurutnya, adanya kesetaraan gender, maka perempuan memiliki peran strategis dalam setiap pembangunan baik di dunia pendidikan, politik maupun dunia usaha. Meskipun dalam kenyataannya, peran dan partisifasi perempuan masih jauh tertinggal.

“Kaum perempuan adalah aset, potensi dan investasi yang penting bagi bangsa dan negara yang dapat berkontribusi secara signifikan sesuai kapabilitas dan kemampuannya,” katanya.

Hanya saja, Ia mengingatkan, agar kaum perempuan tetap menjalankan kodrat dan fitrahnya sebagai ibu bagi anak-anaknya dalam keluarga. “Karena kita meyakini, perempuan adalah tiang negara. Kalau dari tatanan keluarga sudah kuat, saya yakin negara juga akan kuat,” tutupnya. (ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.