Sikap Ridho Soal Pilkada Kuningan

oleh -14 views
BELUM KEPIKIRAN: Wabup HM Ridho Suganda mengaku belum kepikiran soal Pilkada Kuningan.

KUNINGAN – Suasana Pemilu 2024 semakin terasa dengan munculnya sejumlah dukungan kader partai, untuk mendukung masing-masing calon agar maju di Pilkada Kuningan. Misalnya saja dukungan dari kader PKB dan Gerindra yang mendorong ketua partainya maju sebagai calon bupati.

Namun untuk internal PDI Perjuangan sendiri, hingga sekarang belum ada suara dukungan kader partai yang mendorong siapa calon bupatinya. Padahal saat ini, posisi bupati dan wakil bupati dijabat oleh kader dari PDIP.

Saat ditanya kepada Wakil Bupati HM Ridho Suganda, sejauh ini belum tahu siapa sosok yang bakal dicalonkan untuk maju di Pilkada Kuningan. Sebagai kader PDIP, Wabup Ridho-sapaan akrab Wakil Bupati saat ini belum berpikir jauh untuk maju kembali di Pilkada.

Sebab untuk di internal partai, sosok yang bakal dicalonkan mesti mendapat rekomendasi dari DPP PDIP. “Kalau untuk Pilkada nanti ditentukan setelah Pemilihan Legislatif atau Pileg ya. Jadi maju atau tidaknya, kita lihat saja nanti hasil Pileg seperti apa, perkara nanti siapa yang maju itu ditentukan dari DPD dan DPP, karena siapa yang bisa maju itu bukan kita yang menentukan,” kata Wabup Ridho, kemarin (25/10).

Namun yang jelas, lanjutnya, apapun keputusan DPP PDIP harus bisa diterima oleh seluruh kader partai. Karena itu, sejauh ini belum ada kader PDIP yang terang-terangan akan maju lagi di Pilkada Kuningan.

“Kalau PDIP sendiri, kita ini tidak bisa menentukan. Semua itu ditentukan dari Ibu Megawati, dan atas izin Allah SWT yang menentukan,” ungkapnya.

Apakah sudah ada yang didorong untuk maju kembali di Pilkada Kuningan, Ia menyebut, belum ada deklarasi di internal kader partai yang mendukung untuk pencalonan Pilkada.

“Kalau itu belum ada. Kalau saya sih, pasti yang diunggulkan itu pasti Pak Bupati. Karena beliau (Bupati Kuningan, red) sebagai tokoh masyarakat, sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kuningan, pastinya lebih diunggulkan dan diprioritaskan,” bebernya.

Misalkan hal itu terjadi di Pilkada 2024, Ia mengajak, agar bersama-sama mendukung program-program pemerintah daerah yang kini tengah berjalan. Sehingga kedepan masih terus bisa melanjutkan kepemimpinan.

“Mudah-mudahan kedepan akan jauh lebih baik lagi kemajuan Kabupaten Kuningan,” harapnya.

Bagaimana peluang untuk maju kembali berpasangan satu paket dari PDIP di Pilkada, Ia lagi-lagi berpendapat, hal itu harus melihat keputusan dari DPP PDIP.

“Jadi berpeluang atau tidak, itu kembali lagi ke Ibu Megawati. Kalau kata Ibu Ketua Umum harus berpasangan, ya mungkin ditentukannya begitu. Makanya nanti kita lihat hasil Pileg seperti apa, sekarang kalau kita menentukan berpasangan, kalau hasilnya tidak bisa, mau ngomong apa kita,” pungkasnya. (ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.