Siapkan Akses Jalan dari Kawasan Relokasi ke Bendungan

oleh -38 views
RELOKASI: Rombongan Staf Menteri Menko Polhukam didampingi Bupati Kuningan Acep Purnama meninjau kawasan pemukiman untuk warga terdampak Bendungan Kuningan di Desa Sukarapih, kemarin FOTO: M Taufik/Radar Kuningan

KUNINGAN-Pemerintah pusat dan Pemkab Kuningan telah menyiapkan rencana pembangunan akses jalan untuk masyarakat terdampak Bendungan Kuningan dari kawasan pemukiman relokasi ke bendungan.

Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Menko Polhukam Irjen Pol Agung Makbul saat meninjau proyek relokasi pemukiman warga terdampak Bendungan Kuningan, kemarin (18/2). Menurut Makbul, keberadaan akses jalan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat terdampak untuk bisa juga merasakan manfaat Bendungan Kuningan.

“Saya sudah berbicara dengan Pak Bupati terkait akses jalan untuk warga di kawasan relokasi ke bendungan, dan memang harus ada. Sehingga masyarakat Kawungsari ataupun Randusari tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh hingga memutar supaya bisa ke Bendungan Kuningan dan merasakan manfaatnya untuk berjualan ataupun usaha perikanan di sana,” ungkap Makbul kepada awak media.

Bahkan, kata Makbul, keberadaan akses jalan tersebut sudah ada dalam master plan atau blue print proyek ini yang akan dilaksanakan pada tahap berikutnya. Keberadaan jalan tersebut pun nantinya bukan hanya akses jalan kecil namun sebagai akses jalan utama untuk wisatawan yang ingin datang ke Bendungan Kuningan.

“Bahkan dalam master plan tersebut akses jalan akan dibuka hingga tembus ke Jawa Tengah. Jadi berbahagialah masyarakat Kuningan khususnya Desa Sukarapih yang juga akan menjadi tempat relokasi warga Kawungsari dengan adanya proyek Bendungan Kuningan ini. Karena ini akan menjadi magnet untuk masyarakat luas datang ke sini dan menghidupkan perekonomian masyarakat sekitar bendungan,” ujar Makbul.

Ditambahkan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) I Putu Bagiasna yang turut serta dalam kegiatan peninjauan pemukiman relokasi, rencana pembangunan akses jalan tersebut sudah diusulkan penganggarannya pada ABPD Perubahan nanti untuk pematangan lahan. Sedangkan untuk pengerjaannya, akan dilaksanakan oleh Dinas PUTR.

“Pembangunan akses jalan dari pemukiman relokasi ke Bendungan Kuningan sudah menjadi program kami. Mudah-mudahan bisa dilaksanakan setelah proyek bendungan dan relokasi warga selesai. Kami dari DPKPP sudah rencanakan untuk pematangan lahannya, sedangkan untuk konstruksinya nanti akan dikerjakan oleh Dinas PUTR,” ujar Ketut.

Terkait progress pembangunan perumahan untuk relokasi, Ketut mengatakan, hingga saat ini sudah mencapai 60 persen. Dijelaskan, proyek pembangunan perumahan yang semua anggaran dan pengerjaannya oleh pusat tersebut ditargetkan bisa selesai sebelum penggenangan pada Juli mendatang.

“Sebenarnya kita ditargetkan pembangunan perumahan untuk relokasi ini selesai bulan April. Namun karena melihat kondisi curah hujan masih tinggi, sehingga ada adendum atau penambahan waktu pengerjaan selama dua bulan. Ini atas usulan Direktur Rumah Khusus Kementerian PUPR untuk tujuan hasil pembangunan yang optimal, namun insya Allah target selesai bulan Juni bisa tercapai,” ujar Putu. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *