Setelah Kader PKS, Kini Kader Gerindra Mundur dari DPRD Kuningan, Ada Apa?

oleh -307 views
Anggota-dprd-kuningan-gerindra
Anggota DPRD Kuningan Fraksi Gerindra, Deki Zainal Muttaqin.

KUNINGAN – Sejak 50 anggota DPRD Kuningan periode 2019-2024 resmi dilantik September 2019 lalu, rupanya perjalanan lembaga politik di periode ini tak sekondusif periode sebelumnya.

Berbagai pemberitaan tentang DPRD Kuningan, sering terpampang di berbagai media baik cetak maupun online. Bahkan pemberitaan DPRD sempat viral dan menjadi perbincangan di kalangan politisi nasional.

Baru saja pekan ini DPRD Kuningan diguncang dengan isu adanya salah satu anggota Fraksi PKS yang diduga sedang berduaan dengan perempuan lain, hingga akhirnya yang bersangkutan secara mengejutkan mengundurkan diri dari anggota dewan, kini muncul salah satu anggota Fraksi Gerindra yang tiba-tiba mundur dari parlemen.

Dia adalah Deki Zainal Muttaqin, anggota DPRD Kuningan Fraksi Gerindra yang maju pada Pileg 2019 lalu dari Dapil 5. Informasi ini jelas menghebohkan dunia perpolitikan Kuningan.

Radar Kuningan pun mencoba menghubungi telepon seluler Deki, sayangnya tidak dapat dihubungi. Deki baru bisa tersambung setelah Radar menelepon rekan Deki yang kebetulan sedang berada di kediaman Deki.

“Sepertinya saya serius mundur (dari anggota DPRD, red). Saya sudah ngobrol dengan pihak keluarga, dengan tim juga sudah ngobrol,” kata Deki, Senin (16/8/2021) malam.

Menurut Deki, pengunduran dirinya dari anggota dewan memang belum resmi disampaikan ke DPC Partai Gerindra. Hanya saja Ia mengaku sudah menyampaikannya secara lisan kepada pihak Gerindra.

“Sebetulnya surat resmi sudah saya buat formatnya. Cuma masih kita tahan, menimbang ada pertimbangan dari Pak Ketua (Gerindra) khususnya untuk mengkonfirmasi lebih lanjut ke saya. Karena jujur saja belum ketemu dengan beliau (Dede Ismail, red). Baru by phone,” ujarnya.

Keputusannya itu, lanjut Deki, sudah digodok sejak beberapa waktu lalu. Ia kembali menegaskan keseriusannya mundur dari parlemen. Namun Ia memastikan tidak ada masalah apa-apa di internal Gerindra.

“Di partai (Gerindra) Alhamdulillah baik-baik saja, tidak ada soal yang mendesak saya untuk mundur dari parlemen, tidak ada. Memang ini murni hasil kontemplasi, hasil perenungan panjang, Insya Allah,” ungkap Deki.

“Barangkali banyak manuver pemikiran di luaran, pasti ini ada apa, ada masalah dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Jika tidak ada masalah di internal Partai Gerindra, lalu mungkinkah karena di gedung DPRD itu terkesan banyak hal negatif? Deki menjawabnya dengan tertawa lepas. Apalagi jika dikaitkan dengan background-nya sebagai aktivis yang terbiasa mengkritisi kebijakan pemerintah, Deki menjawab hal tersebut bisa menjadi salah satu pertimbangannya mundur dari gedung DPRD.

“Dunia (politik) yang sekarang saya hadapi ini tidak seperti dunia yang sebelumnya. Tapi saya tidak mau disangka sebagai pengecut ya, lari dari medan tempur. Tidak. Perjuangan akan tetap dilanjutkan. Insya Allah saya akan mencoba istiqomah untuk tetap melanjutkan perjuangan, tapi dalam ruang atau locus yang berbeda,” tegas Deki.

Lalu apakah dirinya setelah mundur dari anggota dewan, juga akan mundur dari anggota Partai Gerindra? Menurut Deki, saat ini dirinya di Partai Gerindra menduduki jabatan sebagai Ketua Satria sebagai sayap partai. Sehingga kemungkinannya masih tetap menjadi Ketua Satria, terlebih Ia baru saja mendapatkan SK beberapa bulan lalu.

“Ya, minimal ini menjadi pembelajaran politik bagi saya pribadi. Bahwa mengemban amanah rakyat itu tidak mudah. Tidak segampang apa yang kita lihat dan kita dengar. Jujur saja, saya dikonfirmasi sama pihak keluarga, tim pemenangan dan lain sebagainya. Hampir 3 hari ini saya agak sibuk untuk menjelaskan apa yang menjadi keputusan dan langkah saya (mundur, red),” ungkap Deki.

“Memang rata-rata agak kaget. Tapi, ya ini keputusan yang bulat lah, Insya Allah. Tapi, kami tetap menghargai mekanisme partai. Seperti apa yang harus ditempuh nanti. Kan kalau mengundurkan diri dari parlemen, mungkin sepengetahuan saya, suratnya mungkin juga disampaikan ke Bupati, kemudian diteruskan ke Gubernur untuk diputuskan. Tapi sebelum mengambil langkah itu, saya harus mendapat izin atau restu dari partai yang sekarang saya duduki,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua DPC Partai Gerindra H Dede Ismail SIP MSi, kala dikonfirmasi terkait hal tersebut, Ia mengaku baru saja mendengar kabar pengunduran Deki dari DPRD.

“Saya baru dengar. Jadi, belum pasti benar atau gaknya. Insya Allah malam ini nanti saya menemui beliau (Deki, red),” singkat Dede Ismail yang juga Wakil Ketua DPRD Kuningan itu. (muh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.