Ridho: Pencak Silat Jati Diri Bangsa

oleh -4 views
WARISAN BUDAYA: Wakil Bupati HM Ridho Suganda SH MSi menghadiri pengukuhan pengurus Pencak Silat Galuh Panglipur Luragung periode 2021-2025, kemarin (24/10)FOTO: ISTIMEWA/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN – Wakil Bupati HM Ridho Suganda SH MSi menghadiri pengukuhan pengurus Pencak Silat Galuh Panglipur Luragung periode 2021-2025, kemarin (24/10). Kehadiran Wabup Ridho disuguhi beragam aksi seni bela diri dari para pesilat.

Dalam kesempatan itu, Wabup Ridho mengatakan, apabila pencak silat merupakan jati diri bangsa. Sehingga menjadi penting dalam melestarikan pencak silat yang menjadi bela diri khas Indonesia.

“Sebagai bangsa yang kaya akan budaya, kita harus terus melestarikan bela diri ini. Sebab didalamnya memuat jati diri bangsa,” ucapnya.

Ia mengapresiasi dan mengucapkan selamat, atas pelantikan pengurus Pencak Silat Galuh Panglipur Luragung periode 2021-2025. Jadikanlah amanah ini untuk segera dipenuhi dan dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab.

“Setelah pengurus resmi dilantik, maka harus mulai bergerak dalam penyusunan program dan terus melestarikan budaya silat serta meningkatkan prestasi,” ucapnya.

Semoga ke depan, lanjutnya, geliat seni bela diri sekarang ini dapat menjadikan Kuningan sebagai Kabupaten Silat. Sebab keberadaan para pesilat kelak akan melahirkan generasi penerus yang memiliki komitmen tinggi, sportif, ksatria dan saling melindungi sesama.

“Saya berpesan pada generasi penerus, untuk tetap menghormati para pendahulu atau sesepuhnya di perguruan silat. Sekaligus menjadikan sebuah wadah yang bisa membahagiakan dan menyenangkan anggota maupun masyarakat Kuningan,” imbuhnya.

Sebagai Pembina Perguran Silat Panglipur, ia menyebut, pencak silat sangat erat dengan nilai-nilai kebangsaan terutama Pancasila. Karena pencak silat tidak hanya mengajarkan fisik, melainkan rohani, hati, rasa dan akal.

“Jadi dari rohani, hati, rasa, akal dan fisik ini, kelimanya seperti 5 sila yang terkandung dalam Pancasila,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Ia meminta, pencak silat sebagai budaya asli bangsa dapat terus dipelihara dan dilestarikan. Yakni dengan cara memperkenalkan kepada generasi-generasi muda.

“Selain itu, agar pencak silat di Kabupaten Kuningan dapat menciptakan generasi emas yang akan memberikan prestasi gemilang bagi daerah,” harapnya lagi.

Sementara Ketua Panitia, Ujang Haerudin menambahkan, Perguruan Silat Panglipur merupakan seni bela diri asli Luragung. Di mana dalam perjalanannya pernah mengalami vakum selama 10 tahun.

“Namun karena tekad dan kecintaan terhadap budaya khususnya pencak silat, akhirnya Perguruan Silat Panglipur kembali aktif. Alhamdulillah sekarang Panglipur kembali aktif, ini berkat dukungan para tokoh, budayawan dan pemerintahan desa serta kecamatan Luragung,” pungkasnya.(ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.