Pria Perkosa Anak Tiri hingga Hamil 6 Bulan

oleh -61 views
Ilustrasi (FIN)

TEGA sekali. Suhardi (48) menyetubuhi anak tirinya, Bunga (bukan nama sebenarnya) sebanyak 2 kali. Remaja 13 tahun itu kini tengah mengandung 6 bulan.

Atas perbuatannya itu, kini Suhardi meringkuk di sel tahanan polisi.

Perbuatan bejat Suhardi terjadi di Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Tersangka sudah diamankan Unit PPA Polres Muba atas laporan masyarakat dan ibu kandungnya, Selasa (12/1/2021).

Baca juga: Yusuf Mansur: Syekh Ali Jaber Wafat Negatif Covid-19

Kapolres Muba, AKBP Erlin Tangjaya SIK melalui Kanit PPA Polres Ipda Rini Agustini mengatakan, pihaknya mendapat informasi dari masyarakat dan laporan dari ibu korban atas kejadian tersebut.

“Pelaku menyetubuhi korban sebanyak 2 kali, dilakukan pada bulan Mei 2020 lalu sehingga kini korban hamil 6 bulan,” ungkap Rini, Rabu (13/1/2021).

Diceritakan Rini dari hasil pemeriksaan pelaku melakukan aksi bejatnya pada saat ibu korban sedang tidak ada dirumah.

“Pelaku dan korban tinggal serumah, pada kejadian ibu korban sekitar pukul 14.00 WiB, pergi yasinan, lalu pelaku melancarkan aksinya di kamarnya, pelaku mengancam korban, agar tidak memberi tahukan kejadian tersebut kepada ibunya ataupun orang lain,” jelas Rini.

Baca juga: Kasus Kematian Pasien Positif Covid-19 Bertambah

Bukan itu saja, sambung Rini bahwa pelaku sebelumnya melakukan kekerasan kepada korban. “Ya, pelaku memaksa korban dengan menarik serta mendorong tubuh korban ke ranjang, sehingga korban terjatuh, lalu menindih korban dan menyetubuhi korban,” paparnya.

Mendapat informasi tersebut, Rini mengungkapkan bahwa pihaknya bekoordinasi dengan pihak Polsek Tungkal Jaya untuk menyelidiki keberadaan pelaku.

“Ya,setelah tahu keberadaan pelaku Polsek Tungkal Jaya bekoordinasi dengan kades dan kadus mengamankan Pelaku, dan kemudian di limpahkan kepada pihak kita Unit PPA,” jelasnya.

Baca juga: 2021, Pengaduan Sengketa Konsumen Bakal Meningkat

Adapun pasal yang dikenakan pelaku, diungkapkan Rini.pelaku dijerat pasal 81 ayat 1 dan 3 dengan kekerasan. ”Ya untuk ayat 1 pelaku diancam 15 tahun dan ayat 3 nya sepertiganya dari 15 tahun yakni 5 tahun UUD 35 tahun 2014 tentang perlidungan anak, ” pungkasnya.

Dari pengakuan pelaku dihadapan penyidik bahwa ia tegiur dengan tubuh anak tirinya. ”Ya aku melakukan yang pertama pada bulan 5 tahun 2020 dan kedua bulan 7 tahun 2020 saat itu keadaan rumah sedang sepi.” Akunya. (omi/fin)

Baca juga: Setelah Kesmas, Prodi Gizi Unisa Raih Akreditasi B

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *