Polres Kuningan Bentuk Tim Mobile Penindak Pelanggar Protokol

oleh -13 views
BENTUK TIM: Kapolres Kuningan AKBP Lukman Syafri Dandel Malik memimpin apel launching tim penindak pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 di Mapolres, kemarin (23/9). Foto: M Taufik/Radar Kuningan

KUNINGAN – Melonjaknya kasus Covid-19 di Kabupaten Kuningan langsung disikapi Polres Kuningan dengan membentuk Tim Khusus Penindak Pelanggar Protokol Kesehatan, Rabu (23/9).

Kapolres Kuningan AKBP Lukman Syafri Dandel Malik resmi mengukuhkan keberadaan tim penindak pelanggar protokol Covid-19 ini di halaman Mapolres Kuningan Rabu sore (23/9). Tim yang beranggotakan personel gabungan dari Polres, Kodim, Satpol PP dan Dishub tersebut siap melakukan patroli secara berkala di seluruh wilayah Kabupaten Kuningan sekaligus memberikan sanksi bagi para pelanggar protokol kesehatan.

“Tim ini akan melakukan tugasnya secara mobile, melakukan patroli yustisi secara berkala terhadap tempat-tempat yang rawan terjadi pelanggaran protokol kesehatan Covid-19. Targetnya tidak hanya warga, melainkan juga terhadap institusi dan juga tempat usaha yang berpotensi terjadi pelanggaran,” ungkap Kapolres Lukman kepada Radar.

LANGSUNG PATROLI: Tim penindak pelanggar protokol Covid-19 melaksanakan patroli yustisi di salah satu kafe di kawasan Kuningan kota, Rabu malam. Foto: M Taufik/Radar Kuningan

Lukman mengatakan, dibentuknya tim ini bertujuan untuk meningkatkan disiplin dan kesadaran masyarakat mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dan memberi efek deteren secara persuasif, humanis dan tegas. Jika sebelumnya tindakan yang diberikan kepada pelanggar masih terbilang ringan, kata Lukman, mulai saat ini sanksi yang diberikan masuk kategori sedang hingga berat sesuai peraturan bupati yang berlaku.

“Kemarin-kemarin kami masih memberikan sanksi berupa teguran, atau ada juga sanksi hukuman push up kemudian kami berikan masker, maka ke depannya tidak lagi. Sanksi minimal yang akan diberikan oleh tim penindak ini nanti bisa hukuman sosial membersihkan sampah atau lainnya, bahkan tidak menutup kemungkinan sanksi berat berupa denda,” tegas Lukman didampingi Kabag Ops Kompol Tri Sumarsono.

Keberadaan tim khusus ini, kata Lukman, diharapkan bisa meningkatkan kedisiplinan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Menurutnya, kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan diperlukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona khususnya di Kabupaten Kuningan.

“Hanya tiga hal sederhana yang perlu dilakukan masyarakat untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, yang kita sebut 3M yaitu memakai masker saat keluar rumah, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak. Insya Allah dengan melaksanakan tiga hal tersebut kita semua secepatnya terbebas dari virus corona,” ujar Lukman.

Sebagai bentuk keseriusan, tim khusus penindakan pelanggar protokol kesehatan yang baru dibentuk ini pun langsung melakukan patroli yustisi pada Rabu malam. Dalam giat patroli tersebut, tim menyisir tempat-tempat keramaian di pusat Kuningan kota seperti kawasan pertokoan Siliwangi hingga kafe-kafe yang kerap menjadi tempat nongkrong anak muda tak luput dari pemeriksaan petugas.

“Alhamdulillah, pada giat patroli kali ini kami tidak menemukan pelanggaran yang berarti. Sebagian besar warga dan pengunjung kafe sudah melengkapi diri dengan masker, begitu juga kelengkapan sarana cuci tangan dan jumlah pengunjung di tongkrongan anak mudah sudah terpenuhi. Tidak menutup kemungkinan patroli ini akan terus kita gelar baik pagi, siang hingga malam,” ujar Kabag Ops Kompol Tri Sumarsono saat memimpin patroli. (fik)

No More Posts Available.

No more pages to load.