Polisi Selidiki Bantuan Sapi, Menimbulkan Kerugian Negara atau Tidak, Belum Disimpulkan

oleh -51 views
ilustrasi

KUNINGAN – Tim penyidik Polres Kuningan tengah mendalami kasus dugaan penyelewengan bantuan ternak sapi untuk puluhan kelompok tani. Bantuan tersebut merupakan hasil aspirasi Anggota DPRD Kabupaten Kuningan tahun anggaran 2020 yang nilainya mencapai Rp9 miliar. Kasus ini mencuat setelah beredar kabar tentang raibnya ternak sapi bantuan pemerintah tersebut tak lama setelah disalurkan.

Kapolres Kuningan AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya membenarkan timnya tengah bekerja mencari data dan bukti terkait informasi tersebut. Namun demikian, Doffie memastikan belum melakukan pemanggilan ataupun pemeriksaan terhadap pihak terkait.

“Benar kami sedang menyelidiki kasus ini, dengan melakukan asistensi terhadap kelompok-kelompok tani penerima bantuan. Sampai detik ini belum ada upaya yang sifatnya represif seperti pemeriksaan terhadap pejabat atau pihak-pihak yang terkait permasalahan ini,” ungkap Kapolres Doffie saat dikonfirmasi di kantornya, kemarin.

Doffie mengatakan, asistensi yang dilakukan tim dari Satreskrim Polres Kuningan berupa pengumpulan data di lapangan dan meminta keterangan dari para petani penerima bantuan sapi yang jumlahnya mencapai 27 kelompok. Oleh karena itu, pihaknya masih belum dapat menyimpulkan apakah benar ada tindakan melawan hukum hingga menimbulkan kerugian negara atau tidak.

“Saya tegaskan lagi, ini masih penyelidikan dan belum ada pihak yang kami periksa. Baru asistensi pengumpulan data dan bukti di lapangan sehingga untuk memastikan apakah ada unsur tindakan melawan hukum atau tidak, itu masih jauh,” ujar Doffie diamani Kasat Reskrim AKP Danu R Atmaja.

Kasat Reskrim menambahkan, program bantuan hewan ternak sapi tersebut merupakan aspirasi Anggota DPRD Kabupaten Kuningan yang tertuang dalam pokok-pokok pikiran (pokir) dewan. Adapun penganggarannya ada di Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan.

“Programnya juga bermacam-macam, salah satunya adalah bantuan sapi untuk penggemukan. Jadi petani penerima bantuan tersebut punya kewajiban merawat sapi-sapi tersebut hingga besar kemudian dijual. Hasil penjualan tersebut kemudian dikurangi modal untuk kemudian dibelikan lagi sapi sesuai jumlah awal, dan keuntungannya dibagi untuk seluruh anggota,” ungkap Danu.

Adapun jumlah bantuannya, Danu mengatakan, setiap kelompok mendapat bantuan sapi berbeda-beda. Ada yang tiga ekor, hingga ada pula yang mencapai 10 ekor. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.