Poktan Buniang Mekar Berhasil Kembangkan Sapi Pokir

oleh -76 views
SAPI BANTUAN: Anggota Kelompok Tani Buniang Mekar Didi Sukardi saat memberikan pakan sapi bantuan pemerintah hasil Pokir Dewan, kemarin (16/9). FOTO: M taufik/radar kuningan

KUNINGAN – Bantuan sapi hasil aspirasi pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Kabupaten Kuningan, tidak semuanya bermasalah. Salah satunya dibuktikan anggota kelompok tani Buniang Mekar di Desa Bandorasa Wetan, Kecamatan Cilimus, yang kini sudah merasakan keuntungan dari program tersebut.

Anggota kelompok tani Buniang Mekar Didi Sukardi mengatakan, pihaknya mendapat kiriman delapan ekor sapi bantuan pemerintah tersebut pada 3 September 2020 lalu. Dari jumlah tersebut, satu di antaranya telah dijual pada Idul Adha lalu kemudian hasil penjualannya telah dibelikan lagi sapi dan keuntungannya dibagi rata untuk semua anggota yang berjumlah 10 orang.

“Alhamdulillah, bantuan sapi sudah berjalan setahun dan kami sudah mendapatkan manfaatnya. Satu ekor sapi yang paling besar sudah dijual waktu lebaran Idul Adha kemarin, dan hasilnya sebagian kami jadikan modal untuk membeli sapi lagi satu ekor dan ada keuntungan kita bagi rata. Bahkan ada anggota kami yang sudah meninggal pun kami bagi, diserahkan ke keluarganya,” ujar Didi.

Didi mengaku bantuan sapi tersebut merupakan aspirasi anggota DPRD Kabupaten Kuningan dari PDIP Nuzul Rachdy. Adapun 10 anggota kelompok tani tersebut, kata dia, merupakan warga dari beberapa dusun di Desa Bandorasa Wetan yang sejak awal telah berkomitmen serius mengembangkan sapi bantuan pemerintah tersebut untuk meningkatkan perekonomian mereka.

“Kami bergiliran piket untuk mencari rumput, bahkan ada yang jaga malam agar sapi tidak dicuri orang. Kami juga melakukan pembukuan dan rutin melakukan pelaporan ke petugas puskeswan terkait kondisi kesehatan sapi sambil minta obat cacing dan lainnya,” papar Didi.

Termasuk melaporkan salah satu sapi yang bermasalah kesehatannya sehingga harus ditukar dengan yang lebih baik. “Dari delapan ekor sapi bantuan tersebut, tujuh di antaranya kondisi baik kecuali satu yang ada cacat sehingga kami kerepotan untuk mengurusnya. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kuningan yang langsung direspons untuk penggantian. Sapi yang cacat sudah kami kembalikan ke bandarnya, dan penggantinya direncanakan datang hari Minggu besok,” papar Didi diamini Manan anggota kelompok yang lain.

Didi, Manan dan delapan anggota kelompok tani Buniang Mekar mengaku sangat terbantu dengan program penggemukkan sapi bantuan dari pemerintah tersebut. Bahkan mereka telah merencanakan sapi-sapi tersebut ke depannya tidak hanya fokus pada penggemukkan, namun juga dikembangkbiakkan.

“Untuk penjualan yang akan datang, kami rencanakan dibelikan sapi betina. Karena yang ada sekarang kan sapi jantan, sehingga nanti akan kami kawinkan supaya bisa berkembang biak,” pungkas Didi. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.