PKL Tamkot Pindah ke Ex Kuning Ayu

oleh -48 views
LOKASI: Bupati Kuningan Acep Purnama berbincang dengan para PKL Tamkot yang kini menempati lokasi baru di halaman parkir bekas Gedung Bioskop Kuning Ayu, kemarin. Foto: M taufik/Radar Kuningan

KUNINGAN-Pemerintah Kabupaten Kuningan merelokasi ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sehari-hari mangkal di kawasan Taman Kota Kuningan ke kawasan parkir ex Bioskop Kuning Ayu, kemarin. Relokasi pedagang tersebut bertujuan untuk menertibkan para PKL yang selama ini terpencar akibat proyek revitalisasi Tamkot.

Bupati Kuningan Acep Purnama berkesempatan meninjau langsung proses peralihan para pedagang ke kawasan niaga milik pengusaha ternama H Dudung Dulajid tersebut. Didampingi Sekda Dian Rachmat Yuniar, Kadinkopdagperin Uu Kusmana, Kepala Inspektorat Deniawan, Kasatpol PP Agus Basuki dan sejumlah pejabat setda termasuk pemilik lahan H Dudung Dulajid. Kepada para pedagang, bupati berpesan agar tetap bersemangat berjualan di lahan yang baru tersebut sambil menunggu proyek Pujasera yang sedang dibangun rampung.

“Allhamdulillah, hari ini saya merasa bersyukur dan berterima kasih atas kebijaksanaan H Dudung yang telah meminjamkan tempat ini untuk menampung para pelaku UKM dan  PKL kawasan Tamkot. Kepada para pedagang, gaungkan secara bersama-sama agar masyarakat mengetahui pusat jajanan ada di kawasan ex Kuning Ayu ini,” ungkap Acep kepada para pedagang.

Menurut Acep, keberadaan kawasan Kuning Ayu pernah menjadi ikon Kabupaten Kuningan yang pernah jaya di masanya. Dia berharap, penempatan para PKL di lokasi ini pun bisa menggairahkan kembali perekonomian di kawasan Kuningan kota seperti saat keberadaan Bioskop Kuning Ayu dulu.

“Kuning Ayu sangat familiar di telinga masyarakat Kuningan dulu. Sekarang kita benahi lagi dengan diramaikan menjadi Pusat Jajanan PKL Tamkot agar kembali ramai seperti dulu,” ujar Acep.

Untuk mendukung hal tersebut, pihaknya akan melakukan sejumlah penataan dan perbaikan mulai dari listrik, air, sampai PJU untuk kenyamanan bersama. Dia pun menginstruksikan kepada Dinas Perhubungan untuk memasang setidaknya empat PJU untuk penerangan di malam hari.

“Penempatan PKL di ex Kuning Ayu ini hanya sementara sampai proyek revitalisasi Taman Kota rampung semuanya. Nanti kita akan atur lagi penempatan para PKL, apakah di kawasan Pujasera yang baru atau di kawasan Langlangbuana. Nanti kita cari solusi terbaik,” ujarnya.

Ditambahkan Kadinkopdagperin Kuningan Uu Kusmana, penempatan para PKL ke kawasan ex Kuning Ayu tersebut mengalami proses yang cukup panjang. Upayanya meminta izin H Dudung untuk meminjam lahan ex Kuning Ayu untuk PKL akhirnya terkabul dalam beberapa pekan kemarin.

“Pertimbangan relokasi ini karena untuk ketertiban dan kenyamanan bersama bahwa kawasan Tamkot harus terbebas dari PKL. Alhamdulillah, atas kedermawanan Pak H Dudung ternyata membolehkan para PKL menempati lahan ex Kuning Ayu. Mudah-mudahan para pedagang bisa memanfaatkannya dengan sebaik mungkin sampai nanti menempati kawasan pujasera yang baru,” ujar Uu.

Sementara itu, perwakilan Paguyuban PKL Tamkot Udin menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas kebijaksanaannya memberi tempat untuk para pedagang bisa tetap berjualan. Meski pemberitahuannya terbilang mendadak, namun para pedagang bisa memaklumi dan bisa menerima perpindahan tersebut dengan lapang dada.

“Selama ini kami berjualan tersebar dan dianggap mengganggu arus lalu lintas. Kami berterima kasih kepada pemerintah dan H Dudung yang sudah memberikan tempat untuk kami berjualan. Meski masih ada beberapa pedagang yang keberatan, namun kami pasrah saja. Harapan kami dengan menjadikan para PKL Tamkot menjadi terpusat di sini bisa kembali ramai dan pendapatan kami menjadi lebih baik,” ujar Udin.

Terkait jumlah PKL Tamkot, Udin mengatakan, saat ini yang terdaftar semuanya 170 pedagang. Diakui, kawasan ex Kuning Ayu tidak terlalu luas sehingga perlu ada penataan lapak agar bisa menampung semua pedagang.

“Memang adanya Covid-19 dan proyek revitalisasi Tamkot cukup berdampak terhadap usaha PKL sehingga banyak yang bangkrut. Dari jumlah 170 pedagang, mungkin sekarang hanya tersisa 60 persen saja. Mudah-mudahan dengan direlokasi ke sini kami bisa kembali bangkit, setidaknya dari berjualan ini bisa memenuhi kebutuhan pangan dan sandang kami,” pungkas Udin. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *