Penyekatan Hingga Jalan Desa, Dari Cirebon Diarahkan Lewat Jalan Baru, dari Selatan Berbelok ke Sangkanurip atau Linggarjati

oleh -83 views
PENYEKATAN: Plt Camat Cilimus Maryanto didampingi Kapolsek Cilimus Kompol A Madjid saat meninjau pelaksanaan penyekatan jalan di simpang Bandorasa yang dimajukan menjadi pukul 14.00 WIB. Foto: M Taufik/Radar Kuningan

KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan memberlakukan penyekatan jalan dalam rangka PPKM Darurat selama sepekan ke depan mulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB. Dalam praktiknya, penerapan penyekatan jalan ternyata tidak hanya berlaku di ruas jalan utama namun juga hingga jalan desa.

Seperti terpantau di wilayah Kuningan Utara, penyekatan banyak diterapkan di gerbang jalan desa hingga gang kecil. Di Desa Bandorasa Kulon, penyekatan dilakukan di setiap mulut gang termasuk akses jalan menuju Desa Peusing pun ditutup total.

Di jalan utama, petugas gabungan dari Satgas Covid-19 Kecamatan Cilimus mulai memasang water barrier menutup separuh badan jalan menuju Cirebon dan mengarahkan kendaraan dari arah Selatan agar berbelok ke Sangkanurip atau Linggarjati. Sementara kendaraan dari arah Cirebon sudah sejak dari persimpangan Sampora diarahkan melalui Jalan Baru.

Plt Camat Cilimus Maryanto mengatakan, untuk jalan utama di wilayah Kecamatan Cilimus diberlakukan penyekatan di tiga titik, yaitu persimpangan Caracas, Bojong dan Bandorasa. Sedangkan kendaraan dari arah Cirebon sejak dari Sampora sudah diarahkan lewat Jalan Baru.

“Sesuai instuksi Pak Bupati, penyekatan ini bertujuan untuk meminimalisir mobilisasi masyarakat baik dari luar maupun di dalam wilayah Kabupaten Kuningan dalam rangka PPKM Darurat untuk menekan angka kasus Covid-19 di Kabupaten Kuningan yang terus melonjak. Ini demi kebaikan bersama, jadi kami mohon kerja sama dan pengertian semua agar pandemi Covid-19 di Indonesia khususnya di Kabupaten Kuningan bisa segera berakhir,” ungkap Maryanto saat meninjau giat penyekatan di persimpangan Bandorasa.

Dalam pelaksanaannya, lanjut Maryanto, tim satgas gabungan Covid-19 Kecamatan Cilimus yang terdiri dari petugas Polsek, Koramil, Satpol PP dan Dishub tersebut berjaga secara bergantian yang terbagi dalam dua shift yakni siang dan malam. Untuk keberhasilan menekan angka kasus Covid-19 di wilayah Cilimus, Ia mengaku telah berkoordinasi dengan para Kepala Desa untuk turut serta menjaga wilayahnya masing-masing dengan mengaktifkan kembali Satgas Covid-19 desa.

“Kami juga mengharapkan kesadaran dari seluruh masyarakat untuk bersama-sama mematuhi protokol kesehatan 5M, mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak serta mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan. Ini untuk kebaikan dan keselamatan bersama supaya tidak terkena Covid-19 dan wabah ini segera berakhir,” ujar Maryanto diamini Kapolsek Cilimus Kompol A Madjid.

Selain menerapkan penyekatan di tiga titik persimpangan, Maryanto mengatakan, pihaknya juga melaksanakan patroli yustisi sambil menyampaikan sosialisasi tentang penerapan protokol kesehatan bagi masyarakat serta pengelola wisata. Dengan menggunakan mobil bak terbuka Polsek Cilimus yang sudah dilengkapi pengeras suara, petugas menyampaikan informasi tersebut secara mobile menjangkau seluruh desa.

“Ada sanksi bagi pelanggar prokes baik terhadap perorangan maupun tempat usaha. Kami tidak segan untuk menindak tegas para pelanggar tersebut sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tegas Maryanto.

Sementara itu, salah satu warga Bandorasa Wetan Nia mengaku cukup kerepotan dengan penerapan penyekatan jalan tersebut. Pasalnya, dia harus memutar jalan lebih jauh jika bepergian untuk berbelanja ataupun lainnya.

“Saya dari rumah saudara mau pulang, pas di persimpangan Bandorasa sudah ditutup. Padahal rumah saya tinggal sedikit lagi, terpaksa saya harus memutar kemudian lewat jalan kecil saja,” ujar Nia salah satu warga yang rumahnya tak jauh dari RSUD Linggajati.

Nia mengaku kaget dengan adanya pemberlakuan aturan penyekatan yang dimajukan menjadi pukul 14.00 WIB. Pasalnya, pada jam tersebut dia masih banyak melakukan perjalanan ke luar rumah untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari atau berkunjung ke keluarganya.

“Meski merepotkan, kalau tujuannya untuk kebaikan bersama agar masalah Covid-19 ini segera berakhir saya tidak keberatan. Berarti, selama sepekan ini saya harus bisa mengatur dan membatasi kegiatan ke luar rumah sebelum jam 2 supaya perjalanan saya tidak diputar ke jalan sempit kemudian seharian di rumah saja,” ujarnya. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.