Penemu Media Pembelajaran Amuba dan Model Pembelajaran Rudi Rudiana

oleh -126 views
BELAJAR KE JERMAN: Rudi Rudiana MPd bersama rekannya sebelum berangkat belajar ke Jerman di bidang otomotif

Namanya khas Sunda dan cukup familiar di kalangan tenaga pendidik SMK di Kabupaten Kuningan. Rudi Rudiana ST MPd, itulah nama lengkap pria yang sehari-hari mengajar di SMKN 3 Kuningan. Soal prestasi, jangan ditanya. Rudi bahkan pernah diberangkatkan ke Jerman oleh pemerintah untuk mendalami otomotif. Dia juga penemu Media Pembelajaran Amuba dan Model Pembelajaran.

Agus Panther, Kuningan

RAMBUTNYA tak sepenuhnya hitam namun sudah diwarnai uban. Postur tubuhnya tidak terlalu tinggi, tapi cukup kekar. Jika tertawa, suaranya lepas seolah tanpa beban. Begitu juga ketika berada di dalam kelas dan di hadapan anak didiknya, Rudi bersuara lantang. Sehingga didengar oleh seluruh siswanya. Rudi memiliki keahlian di bidang otomotif. Keahlian ini juga yang mengantarkannya belajar sampai ke Jerman, beberapa waktu lalu.

Sebagai guru PNS pada Program Keahlian Teknik Otomotif, Rudi bertugas mendidik siswa di kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan. Selama menjadi guru, Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat khususnya memberikan kesempatan dan bekal yang luar biasa, sehingga dirinya mampu melaksanakan tugas sebagai pendidik di SMKN 3 Kuningan. Seperti menjadi ketua program pembuatan prototipe mobil SMKN 3 Kuningan yang diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan Lc. Sebagai prototype mobil SMK Jawa Barat pada ajang Epitech 5 di Bandung pada tahun 2010.

Dalam seleksi Guru SMK Berprestasi yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan di tahun 2016, Rudi berhasil menjadi juara pertama, sehingga di tahun yang sama, dia diberikan kesempatan untuk menjadi finalis pemilihan Guru Berprestasi Tingkat Jawa Barat. Selanjutnya di tahun 2019, Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia memberikan kesempatan yang langka dan luar biasa yakni menjadi bagian dari 16 orang guru SMK di Indonesia yang dikirim berlatih dan belajar di KFZ Verban Saarbrucken, Jerman.

Dari Jerman, dia akhirnya mengenal metode belajar dual system. Di mana proses pendidikan vokasi diterapkan dengan mengedepankan prinsip-prinsip dasar dan filosofi otomotif sebagai pondasi bagi siswa Berufsschule setingkat SMK di Indonesia. Hal inilah yang menjadi salah satu dasar dalam penciptaan media pembelajaran Amuba dan model pembelajaran Rudi Rudiana, yang saya ciptakan.

“Alhamdulillah di tahun 2019, saya menjadi salah satu dari dua orang finalis yang mewakili Jawa Barat setelah menyisihkan 1.100 orang guru terbaik di Indonesia di ajang Inovasi Pembelajaran (Inobel) yang diselenggarkaan oleh Kementerian Pendidikan Nasional melalui Ditjen GTK Dikmendiksus. Dengan karya inovasi media pembelajaran Amuba dan model pembelajaran Rudi Rudiana,” papar Rudi.

Rudi menyadari, fungsi PNS Guru Jawa Barat bukan hanya harus selalu berada di sekolah, tetapi juga harus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Jawa Barat. Oleh karena itu, dia mencoba untuk ikut berperan aktif dalam kegiatan pemberdayaan pemuda dan kegiatan kemasyarakatan di Kabupaten Kuningan. Terlebih sesepuh Paguron Pencak Silat PPSM meminta dirinya untuk menjadi ketua paguron sejak tahun 2020.

“Saya juga menjadi pengurus aktif IPSI Kabupaten Kuningan, sebagai ketua bidang pengembangan seni budaya sejak tahun 2019,” ujarnya.

Dia juga ikut serta menjadi pengurus di Yayasan Berkah Nawa Panca (YBNP). Yayasan ini didirikan oleh alumni SMAN 2 Kuningan angkatan tahun 1995. Para pendiri yayasan memberikan kepercayaan kepada saya untuk menjadi ketua YBNP. Bidang garapan utama YBNP adalah pemberian santunan bagi anak-anak yatim, terutama putra-putri alumni SMANDA’95 agar bisa melanjutkan pendidikannya sampai jenjang universitas.

“YBNP juga melaksanakan kegiatan pemberian santunan bagi duafa, pemulung, petugas parkir dan petugas kebersihan di Kabupaten Kuningan melalui kegiatan Jumat Berkah. Selain itu juga YBNP aktif dalam program pembinaan, pengembangan dan pemasaran produk UMKM di Kabupaten Kuningan,” tutur dia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.