Pemda-Perhutani MoU Pengembangan Wisata Kawasan Hutan

oleh -5 views
KERJA SAMA: Bupati H Acep Purnama meneken nota kesepahaman kerja sama dengan Perhutani dalam pengembangan wisata di kawasan hutan di Dapur Boshweze Desa Caracas Kecamatan Cilimus, kemarin (17/6).

KUNINGAN–Pemerintah daerah mulai menjajaki kerja sama dengan Perum Perhutani Kuningan untuk pengembangan wisata di kawasan hutan. Langkah kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan MoU oleh Bupati H Acep Purnama SH MH di Dapur Boshweze Desa Caracas Kecamatan Cilimus, kemarin (17/6).

Perhutani Kuningan memberikan apresiasi atas kerja sama yang dibangun oleh pemerintah daerah. Semoga ke depan dapat terus terjaga dan berkesinambungan, sebagai mitra yang bersama-sama menjaga komitmen untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui percepatan pengembangan kepariwisataan.

Menurut Bupati Acep, pengembangan kepariwisataan tidak dapat dilakukan hanya oleh salah satu pihak saja. Melainkan diperlukan kerja sama dengan pihak lain, salah satunya Perhutani Kuningan dalam rangka percepatan pengembangan pariwisata di kawasan hutan.

“Adanya aset milik Perum Perhutani yang berada di Kabupaten Kuningan, agar bisa dimanfaatkan dan dikelola sekaligus sebagai pemberdayaan untuk menjadikan daerah tujuan wisata. Sehingga untuk memiliki daya tarik, tentunya dibutuhkan penataan alam dengan memperhatikan sisi naturalnya,” kata Acep.

Setelah dilakukan penataan, lanjutnya, maka bisa menjadi suatu usaha wisata yang nantinya meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Sekaligus pula tetap menjaga kelestarian alam dengan tidak merusak lingkungan.

“Jadi ada 29 desa tersebar di beberapa kecamatan, itu merupakan daerah wisata potensial di kawasan Perum Perhutani untuk dikembangkan sebagai Desa Wisata. Maka pentingnya sinergi peran lintas sektor dalam pembangunan daerah tujuan wisata, perlu dijadikan sebuah komitmen bersama,” tandasnya.

Dia menyebut, dalam pengelolaan nanti melibatkan pula Lembaga Masyarakat Dalam Hutan (LMDH). Sebab memiliki peran sangat penting dan strategis dalam pengembangan kepariwisataan di setiap wilayah.

“Terutama dalam menggerakkan komponen masyarakat sekitar yang memiliki potensi wisata. Sehingga mereka ikut berpartisipasi mewujudkan pesona wisata Kuningan yang wonderfull, melalui pola pengembangan pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, di samping menjaga nilai-nilai sapta pesona, pengembangan SDM tidak kalah penting. Maka hal itulah yang menjadi tantangan bersama dalam mewujudkan Kuningan sebagai daerah tujuan wisata, infrastruktur, sarana dan kebijakan yang fokus mengarah pada kepariwisataan.

“Untuk pembangunan industri pariwisata dalam membangun ekonomi kreatif di Kuningan, maka dalam pengelolaan   dapat dilaksanakan dengan baik dan cepat. Sehingga diperlukan serangkaian kerja sama antar berbagai pihak baik pemerintah, akademisi, pers, pihak swasta maupun masyarakat sebagai mitra yang bersama-sama menjaga komitmen. Tentunya untuk mewujudkan sebuah agenda besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, melalui pengembangan sektor kepariwisataan,” bebernya.

Sehingga ke depan, kata Acep, maka secara bersama-sama dapat meningkatkan kapasitas Kuningan sebagai tujuan wisata yang kompetitif dan berdaya saing di Jawa Barat.

“Tak ketinggalan, kita berdoa semoga wabah pandemi Covid-19 yang dampaknya sangat kita rasakan bersama bisa segera berakhir,” tutupnya.(ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.