Pemda Bantu Warga Operasi Bayi Kembar Siam

oleh -15 views
BANTU BIAYA: Bupati H Acep Purnama SH MH menyempatkan diri menjemput bayi kembar siam untuk menjalani operasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, akhir pekan kemarin.

KUNINGAN – Pemerintah daerah membantu warga yang memiliki bayi kembar siam untuk menjalani operasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Bahkan setelah operasi pemisahan bayi kembar siam berjalan sukses, Bupati H Acep Purnama SH MH menyempatkan diri menjemput warga tersebut, akhir pekan kemarin.

Bayi kembar siam bernama Hasna dan Husna merupakan warga Desa Mekarmukti Kecamatan Sindangagung Kabupaten Kuningan. Keduanya merupakan anak dari pasangan Tia Setiadi Nugraha dan Oom Komariah.

Saat tiba di Bandung, Bupati Acep bertemu dengan Direktur Utama RSHS Bandung dr R Nina Susana Dewi. Dalam kesempatan itu, Acep sangat senang dan bersyukur atas keberhasilan tim medis dalam operasi kembar siam.

“Alhamdulillah saya bisa menjemput dan mengantarkan bayi kembar siam Hasna Alfathunnisa Nugraha dan Husna Alfathunnisa Nugraha dari RS Hasan Sadikin Bandung ke Kuningan,” kata Acep.

Dijelaskan, jika kedua putri dari pasangan Tia Setiadi Nugraha dan Oom Komariah warga Desa Mekarmukti Kecamatan Sindangagung, mengalami kembar siam dengan kondisi berdempetan. Namun setelah melalui operasi pemisahan, atas izin Allah SWT akhirnya berhasil dipisahkan dengan selamat.

“Terima kasih kepada semua pihak terutama tim dokter RSHS Bandung yang telah sukses dan bekerja maksimal memisahkan Hasna dan Husna. Mari kita doakan Hasna dan Husna sehat, hidup normal, berakhlakul karimah, berbakti dan menjadi kebanggaan orang tua,” ungkapnya.

Pihaknya merasakan, pelayanan RSHS Bandung kini semakin baik dengan kepedulian luar biasa. Sebab tak sedikit warga Kuningan yang banyak berobat ke RSHS Bandung.

“Ini merupakan kebanggaan bagi keluarga dan masyarakat Kabupaten Kuningan. Dari hati yang terdalam menghaturkan terima kasih kepada Direktur Utama RSHS Bandung Ibu Dokter Nina Susana Dewi, tim dokter, perawat dan lainnya,” sebutnya.

Ketua Tim Medis Operasi Kembar Siam RSHS Bandung, Dokter Dikki Drajat SpBA menjelaskan, operasi pemisahan Hasna dan Husna dilakukan pada 7 April 2021. Jika dihitung dari sayatan pertama, operasi berjalan sekitar 6,5 jam, bahkan 3 jam lebih cepat dari estimasi awal.

“Proses operasi berjalan relatif lancar, tidak ada kesulitan yang terlalu berarti kecuali saat pemisahan liver dan pemisahan selaput jantung. Jadi jantungnya ada dua, selaputnya satu,” terangnya.

Dalam kesempatan itu dilakukan Berita Acara penyerahan pasien tertanggal 30 April 2021. Dalam hal ini,  Bupati Kuningan sebagai pihak kedua dan  Direktur RSHS Bandung sebagai pihak pertama.

Dalam berita acara ini menyatakan, pihak kedua telah menerima pasien Hasna dan Husna dengan orang tua yakni Tia Setiadi Nugraha dan Oom Komariah. Yakni dengan keterangan telah selesai dilakukan perawatan, kondisi saat ini dalam keadaan sehat serta sudah diperbolehkan pulang ke rumah.

Sementara itu, Oom Komariah sebagai ibu dari kedua bayi kembar siam mengucapkan rasa syukurnya atas keberhasilan operasi kembar siam. Bahkan bisa kembali pulang dalam keadaan sehat, serta dijemput langsung Bupati Kuningan.

“Terima kasih kepada semuanya yang telah turut berpartisipasi atas kepedulian kedua anak saya. Tak ketinggalan para dokter dan staf perawat RSHS Bandung, yang telah menjaga dan merawat Hasna-Husna selama di rumah sakit ini,” tutupnya.(ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *