Pasar Murah Jangkau 36 Desa Pelosok

oleh -14 views
KIRIM BARANG: Bupati Kuningan Acep Purnama melepas keberangkatan dua kendaraan truk pengangkut bahan pokok untuk kegiatan pasar murah di halaman Kantor Dinkopdagperin, kemarin (22/4).

KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan menggelar pasar murah untuk membantu masyarakat terdampak pandemi Covid-19 dan persiapan menyambut Idul Fitri, Kamis (22/4). Program pasar murah kali ini bakal menjangkau 32 desa di 13 kecamatan yang terbilang daerah pelosok.

Bupati Kuningan Acep Purnama berkesempatan meresmikan sekaligus melepas pemberangkatan dua kendaraan truk pengangkut barang-barang kebutuhan yang bakal dijual di pasar murah tersebut dari halaman Kantor Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Dinkopdagperin) Kabupaten Kuningan. Tampak hadir dalam acara launching pasar murah tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Ika Acep Purnama, Pimpinan Cabang Bank bjb Kuningan Iwan Setiawan dan Kadinkopdagperin Uu Kusmana.

“Tujuan kami menggelar pasar murah adalah untuk menjaga ketersediaan bahan-bahan pokok, memantau ketersediaannya serta keterjangkauan daya beli masyarakat. Dengan pasar murah ini juga berfungsi untuk mengendalikan harga, sehingga jangan sampai terjadi kenaikan harga yang ekstrem akibat monopoli atau penimbunan sehingga menyengsarakan masyarakat,” ungkap Acep dalam sambutannya.

Bupati menjelaskan, kegiatan pasar murah ini menjangkau 36 desa di 13 kecamatan yang masuk dalam kategori pelosok dan sulit dijangkau oleh mobilitas bahan pangan. Dampaknya, kata Acep, bahan-bahan kebutuhan masyarakat di daerah tersebut menjadi mahal.

“Contohnya, di hari pertama kegiatan pasar murah yang menjangkau lima desa di Kecamatan Cibingbin seperti Bantar Panjang, Dukuhbadang dan Cipondok yang mempunyai areal pertanian padi tidak terlalu luas. Praktis, ketersediaan beras di daerah tersebut harus mendatangkan dari luar yang dampaknya harganya menjadi mahal. Mudah-mudahan dengan adanya pasar murah yang kita gelar hari ini, bisa sedikit membantu warga di sana untuk mendapatkan beras dengan harga yang lebih murah dan kualitas beras yang bagus,” papar Acep diamini Kadinkopdagperin Uu Kusmana.

Terkait produk yang disediakan, dijelaskan Kadinkopdagperin Uu Kusmana, sebagian besar merupakan bahan-bahan kebutuhan pokok masyarakat seperti beras, telur, minyak goreng, mi instan, terigu hingga gas melon. Uu menjamin produk-produk yang dijual pun lebih murah dibanding harga pasar karena semuanya didatangkan langsung dari distributornya.

“Kami menggandeng beberapa perusahaan distributor dalam kegiatan pasar murah ini sehingga harganya bisa lebi murah. Misalkan minyak goreng di pasaran sekarang Rp14.000 per kilogram, di pasar murah ini kita bisa jual hanya Rp12.000 saja,” ujar Uu.

Uu menjelaskan, kegiatan pasar murah ini digelar mulai dari tanggal 22 April ini hingga tanggal 6 Mei mendatang. Secara bergiliran, kegiatan pasar murah menjangkau 36 desa di 13 kecamatan yang terbilang daerah pelosok dan sulit dijangkau.

“Mudah-mudahan target program pasar murah ini bisa tercapai yakni stabilitas harga dan masyarakat bisa mendapatkan bahan kebutuhan sehari-hari dengan murah. Tidak lupa kami menitipkan kepada petugas di lapangan untuk melaksanakan program pasar murah ini dengan menerapkan protokol kesehatan agar tidak terjadi kluster penularan Covid-19,” pungkasnya. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *