Panjat Pinang Ibu-ibu Bikin Heboh

oleh -5 views
Ibu-ibu di Lingkungan Cikondang, Desa Bandorasa Wetan, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, bersemangat memanjat pinang demi meraih pucak yang berisi bendera uang dalam rangka HUT ke-74 RI di Kuningan. Foto: M Taufik/Radar Kuningan

KUNINGAN – Kemeriahan peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI juga terjadi di Lingkungan Cikondang, Desa Bandorasa Wetan, Kecamatan Cilimus, kemarin. Selain menghadirkan lomba-lomba tradisional yang umum seperti balap kerupuk, balap karung dan lainnya, di sana digelar panjat pinang untuk ibu-ibu yang unik dan menghibur.

Berbeda dengan panjat pinang biasanya, panjat pinang untuk kaum Hawa ini tingginya hanya sekitar 3,5 meter. Batang pinang pun bukan dari bambu, melainkan batang pisang yang digantung kemudian dilumuri minyak oli. Hadiahnya, bukan ember, wajan ataupun kaos yang digantung, melainkan puluhan bendera uang kertas mulai dari pecahan Rp 5.000 hingga Rp 100.000 yang ditancapkan di puncak pinang.

Meski tingginya hanya 3,5 meter saja, namun tak mudah bagi ibu-ibu tersebut untuk bisa memanjat batang pisang yang licin. Berbagai upaya dilakukan para ibu lincah tersebut, salah satunya dengan cara saling naik pundak temannya. Namun tetap saja ibu-ibu ini kesulitan hingga beberapa di antaranya harus melorot dan jatuh bertumpuk hingga mengundang gelak tawa para penonton.

Setelah sekian lama berjuang, usaha para ibu perkasa ini pun berbuah manis. Saat salah seorang peserta berhasil mencapai puncak dan mengambil seluruh hadiah uang yang tertancap.

Jaja Subagja selaku penyelenggara acara tersebut mengungkapkan, kegiatan tersebut sebagai salah satu bentuk partisipasi masyarakat Desa Bandorasa Wetan khususnya Lingkungan Cikondang dalam merayakan HUT ke-74 Kemerdekaan RI. Lomba panjat pinang ibu-ibu, kata Jaja, merupakan salah satu kemeriahan lomba yang diadakan secara swadaya seluruh masyarakat.

“Kemeriahan HUT Kemerdekaan RI tahun ini diawali dengan acara sunatan massal pada pagi hari, dilanjutkan lomba-lomba tradisional untuk seluruh warga mulai dari anak-anak, ibu-ibu hingga bapak-bapaknya. Ini hiburan rakyat setahun sekali, yang semuanya pun terselenggara berkat partisipasi seluruh warga,” ujar Jaja.

Selain panjat pinang ibu-ibu, lanjut Jaja, juga ada beberapa lomba seru lainnya seperti balap karung pakai helm, estafet air, balap kerupuk untuk anak-anak dan panjat pinang untuk bapak-bapak pun ada. Pihak panitia telah menyediakan hadiah menarik untuk para pemenang yang akan dibagikan setelah lomba berakhir. (fik)

No More Posts Available.

No more pages to load.