Mudik Dilarang, Wisata Silakan

oleh -57 views
CEK KENDARAAN: Kapolres Kuningan AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya mengecek satu per satu kendaraan operasional Polri mulai dari kendaraan roda dua, roda empat hingga truk roda enam diperiksa fungsi dan kelaikannya, kemarin (3/5).Foto: M Taufik/Radar Kuningan

KUNINGAN-Polres Kuningan mendukung kebijakan pemerintah tentang larangan mudik Lebaran tanggal 6 hingga 17 Mei mendatang. Dengan menggelar Operasi Ketupat Lodaya 2021 dan menyiapkan lima titik penyekatan daerah perbatasan yakni di bunderan Tugu Ikan Sampora, Mandirancan, Cidahu, Cipasung dan Cibingbin. Termasuk pos-pos di jalan-jalan kecil yang mungkin digunakan sebagai jalur tikus pemudik.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pemangku kebijakan sewilayah Ciayumajakuning untuk mencegah pemudik masuk. Kalau ditemukan pemudik baik dari Indramayu, Cirebon, Majalengka atau daerah tetangga lain, kita pastikan untuk putar balik,” tegas Kapolres AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya saat melakukan pengecekan kendaraan operasional anggota di mapolres, kemarin (3/5).

Namun demikian, Doffie mengatakan, penyekatan tersebut bukan berarti melarang seluruh mobilitas masyarakat ke luar daerah melainkan ada beberapa kelonggaran karena beberapa pertimbangan alasan dan kondisi tertentu. Hal ini, lanjut Doffie, seperti tertuang dalam aturan Menteri Perhubungan terkait hal-hal yang membolehkan mobilitas warga ke luar daerah di antaranya karena kondisi sakit, ibu hamil hingga mobilitas kendaraan pengangkut bahan sembako dan termasuk untuk keperluan dinas lain namun harus dilengkapi dokumen penunjang seperti surat jalan dari tempat dia bekerja.

“Kalaupun bagi masyarakat di luar dinas, intansi atau lembaga, bisa mendapatkan rekomendasi surat jalan dari Satgas Covid-19 kecamatan atau desa. Semua ada aturannya, dan penyekatan ini tidak membatasi masyarakat sehingga tidak bisa melakukan aktivitas. Semua aktivitas tetap bisa dilaksanakan namun dengan pengawasan,” ujarnya.

Doffi menegaskan, kebijakan putar balik tersebut hanya berlaku bagi pemudik. Bahkan bagi mereka penyedia jasa angkutan seperti bus, travel dan angkutan umum lain yang memberikan fasilitas masyarakat untuk mudik akan dilakukan penindakan sesuai dengan aturan perundang-undangan.

“Mudik lokal sewilayah Ciayumajakuning pun tidak diperkenankan. Seperti dari Kuningan ke Cirebon, atau ke Indramayu dan Majalengka pun tidak boleh,” tegas Doffie.

Terkait wisata, Doffie mengatakan, masyarakat masih diperbolehkan namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. “Kalau ada orang Cirebon mau berwisata ke Kuningan, atau orang Kuningan mau belanja ke mal di Cirebon, silakan saja. Jadi perlu digarisbawahi, yang dilarang itu orang mudik,” tegas Kapolres.

Namun demikian, Doffi mengajak kepada seluruh masyarakat agar tetap di rumah saja pada saat libur Lebaran nanti karena pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir. Menurut Doffie, mobilisasi masyarakat yang tinggi ternyata berbanding lurus dengan peningkatan kasus Covid-19.

“Mohon bersabar untuk tidak bepergian dulu karena pandemi hingga saat ini belum berakhir. Mari jaga kesehatan bangsa, negara, keluarga dan diri sendiri dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sehingga pandemi Covid-19 di Indonesia bisa segera berakhir dan kehidupan akan kembali normal seperti dulu lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya mengecek satu persatu kendaraan operasional Polri mulai dari kendaraan roda dua, roda empat hingga truk roda enam diperiksa fungsi dan kelaikannya. Mesin kendaraan tersebut dinyalakan, kemudian mengecek kelengkapan kendaraan seperti lampu sen, whipper, klakson hingga sirine termasuk sarana pendukung seperti toa dan pengeras suara.

“Alhamdulillah, semuanya berfungsi baik dan siap digunakan untuk giat pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2021. Kalaupun ada ditemukan kerusakan, kita akan segera lakukan perbaikan agar kendaraan tersebut bisa digunakan saat pelaksanaan operasi nanti,” ungkap Kapolres.

Pemeriksaan kendaraan, lanjut Kapolres, tidak hanya terhadap yang dipegang oleh anggota Polres namun juga yang selama ini digunakan anggota Polsek dan Bhabinkamtibmas. Adapun jumlah keseluruhan kendaraan yang dihadirkan, kata Doffie, terdiri dari 114 unit kendaraan R2, 52 unit kendaraan R4 dan delapan unit R6.

“Selain melakukan pemeriksaan rutin, untuk meyakinkan kembali untuk sebelum melaksanakan Operasi Ketupat yang begitu besar, luas dan padat sehingga kita siapkan segala sarana dan prasarana juga personel dan penunjang kerja semuanya berfungsi dengan baik,” ujar Doffie. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.