Menyelami Perasaan Warga Kawungsari, Kecamatan Cibeureum

oleh -31 views
BAKAL JADI KENANGAN: Asep Saju dan istri duduk di teras depan rumahnya yang bakal ditenggelamkan oleh proyek Bendung Kuningan. Foto: M Taufik/Radar Kuningan

Pembangunan Bendungan Kuningan hampir finis. Sekitar Juli 2021 ditargetkan sudah mulai digenangi. Warga Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum pun mulai berbenah mengemas perabotan dan barang-barang berharga mereka.

M TUAFIK, Kuningan

Seperti yang dilakukan Asep Suja dan istrinya, sejak sebulan ini dia telah mengumpulkan perabotan rumah seperti sofa, meja makan, kulkas dan lainnya ke dalam satu kamar tersendiri. Ini dilakukan Asep, untuk memudahkan pengangkutan saat tiba waktunya dia harus direlokasi ke rumah baru yang sudah disediakan pemerintah di Desa Sukarapih.

“Selain itu juga untuk menghindari agar tidak kebocoran karena beberapa atap rumah sudah mulai bocor. Kalau dibiarkan nanti malah rusak dan tidak bisa dibawa saat pindahan,” ujar Asep.

Asep mengaku sejak dua tahun ini dia tidak lagi membenahi rumahnya baik untuk pengecatan ataupun memperbaiki atap rumahnya yang bocor. Dia membiarkan kerusakan di beberapa bagian bangunan rumahnya karena merasa percuma bakal ditinggalkan.

“Percuma nanti juga bakal ditinggalkan dan ditenggelamkan. Jadi saya biarkan saja, dan perabotannya dipindahkan ke dalam satu kamar yang masih aman. Juga untuk memudahkan saat pindah nanti,” ujar Asep.

Namun demikian, Asep mengaku, sudah ikhlas dengan ketetapan pemerintah menjadikan tempat kelahirannya ditenggelamkan menjadi Bendungan Kuningan. Uang ganti rugi yang diberikan pemerintah untuk tanah dan rumah yang dibangunnya tahun 2012 lalu, menurut Asep, terbilang sepadan untuk penghidupannya di tempat baru nanti.

“Saya harus merelakan semuanya. Tanah kelahiran, kenangan saat kecil dulu bermain bersama teman-teman, mandi di sungai hingga saya dewasa dan bisa membangun rumah bersama istri dari hasil jualan di Cirebon, semuanya bakal tenggelam menjadi bendungan,” ucapnya.

Menurut Asep, dia telah mengikhlaskan pembangunan Bendungan Kuningan yang bakal menenggelamkan tanah kelahirannya tersebut yang tujuannya untuk kepentingan masyarakat banyak. Hanya saja, Asep berharap, dirinya dan warga Kawungsari yang lain masih bisa menikmati bahkan turut merasakan manfaatnya kelak.

“Kami meminta kepada pemerintah supaya memprioritaskan keberadaan warga Kawungsari untuk program terkait Bendungan Kuningan nanti. Misalnya untuk pengembangan wisata ataupun sektor lainnya sehingga bisa meningkatkan perekonomian warga Kawungsari yang kini tergusur. Jangan sampai sudah tanah dan rumah kami ditenggelemkan, kami nanti malah hanya jadi penonton saja,” harap Asep.

Sementara itu, sebagaimana diungkapkan Bupati Kuningan H Acep Purnama SH MH, untuk masyarakat yang terdampak pembangunan Bendungan Kuningan, pemerintah daerah telah berupaya dan berjuang keras untuk memikirkan kelangsungan hidup masyarakat. Di antaranya penyediakan rumah khusus sebanyak 444 unit di wilayah Desa Sukarapih, Kecamatan Cibeureum, untuk relokasi tempat tinggal warga Kawungsari. Perumahan untuk relokasi tersebut lengkap dengan fasilitas umum mulai dari kantor desa, masjid, lapangan hingga bangunan sekolah. Proyek pembangunan pemukiman di Desa Sukarapih tersebut sudah mencapai 40 persen, dan ditargetkan pada bulan April atau Maret nanti sudah selesai dan bisa ditempati oleh warga Kawungsari,  (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.