Menyasar Desa Terpencil dan Sulit Dijangkau, Tak Tersentuh Proyek Daerah

oleh -86 views
KOORDINASI: Kodim Kuningan rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Kuningan dan SKPD terkait serta Polres Kuningan di Aula Mashud Wisnu Saputra Kodim Kuningan, Rabu (14/10). Foto: M Tuafik/Radar Kuningan

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) tahun 2021 bakal digelar di Desa Jamberama, Kecamatan Selajambe. Kodim 0615 Kuningan mulai menyusun persiapan pelaksanaan TMMD yang dijadwalkan Juli-Agustus 2021.

M Taufik, KUNINGAN

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Kuningan dan SKPD terkait serta Polres Kuningan di Aula Mashud Wisnu Saputra Kodim Kuningan, Rabu (14/10). Hadir dalam rakor tersebut Dandim Kuningan Letkol Czi Karter Joyi Lumi, Wakil Bupati M Ridho Suganda dan Wakapolres Kompol Jaka Mulyana, para kepala dinas dan Danramil serta Kapolsek.

Wakil Bupati M Ridho Suganda mengawali sambutan acara rapat koordinasi tersebut mengatakan, kegiatan TMMD yang sudah banyak dilaksanakan oleh Kodim Kuningan selama ini sudah banyak membantu Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam mewujudkan pemerataan pembangunan hingga pelosok. Seperti diketahui, kata Ridho, program TMMD selalu menyasar daerah-daerah terpencil dan tertinggal sehingga kehadirannya selalu menjadi solusi untuk masyarakatnya.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kodim Kuningan, melalui kegiatan TMMD ini sangat membantu program pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang merata. Seperti pembangunan jalan yang sangat berguna untuk mobilitas masyarakat menjangkau daerah lain, membawa hasil bumi untuk dijual ke pasar sehingga praktis meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakatnya,” ungkap Ridho.

 

Oleh karena itu, Ridho pun mengajak kepada seluruh SKPD terkait untuk turut serta berpartisipasi dalam pelaksanaan TMMD di Jamberama nanti, terutama Pemerintah Desa Jamberama dan warganya. Selanjutnya, setelah program selesai, saya berpesan agar apa yang sudah dilaksanakan dalam program TMMD nanti bisa digunakan dengan baik dan dijaga supaya awet.

“Saya juga mengusulkan agar kegiatan TMMD nanti ada pembangunan akses internet dengan menggandeng provider seluler. Ini untuk memudahkan komunikasi pemerintah desa dengan kabupaten apabila terjadi kebencanaan atau apapun, sehingga penanganan bisa segera dilakukan. Juga untuk membantu kebutuhan pendidikan daring anak sekolah di masa pandemi ini,” ujar Ridho.

Sementara itu, Dandim Kuningan Letkol Czi Karter Joyi Lumi mengatakan, kegiatan TMMD di Desa Jamberama nanti masih fokus pada kegiatan pembangunan fisik sarana dan prasarana desa seperti akses jalan, pembuatan TPT, irigasi hingga jambanisasi juga pembangunan nonfisik seperti kegiatan penyuluhan KB, pemeriksaan kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, Dandim mengharapkan partisipasi aktif dari semua instansi seperti Dinas Kesehatan, Dinas PUTR, BNN, termasuk instansi swasta agar bisa ikut mendukung kegiatan TMMD nanti melalui program CSR mereka.

“Satu lagi yang tidak kalah penting adalah usulan Pak Wabup tentang penyediaan jaringan internet. Seperti diketahui, kondisi pandemi ini memaksa seluruh masyarakat harus melek internet, terutapa para pelajar yang kini harus menjalani kegiatan belajar mengajar secara daring. Insya Allah usulan ini akan kami realisasikan dengan menggandeng salah satu provider seluler,” ujarnya.

Karter menambahkan, pemilihan Desa Jamberama untuk kegiatan TMMD tahun 2021 nanti juga atas masukan dari Pemerintah Kabupaten Kuningan yang menilai keberadaanya sangat terpencil dan sulit dijangkau. Selama ini, kata Dandim, pembangunan sarana fisik di Desa Jamberama selama ini sulit dilakukan karena keterbatasan akses jalan yang sempit.

“Desa Jamberama selama ini sulit tersentuh oleh proyek-proyek daerah karena terkendala akses jalan. Bahkan rata-rata rekanan pemerintah pun menolak untuk menggarap pembangunan di sana karena pertimbangan biaya operasional yang tinggi sehingga berdasarkan perhitungan mereka, proyek di sana tidak ada untung. Maka dari itu, keberadaan lokasi yang sulit dijangkau dan tidak ada untung itulah kami hadir,” ujar Dandim.

Karter pun berharap Program TMMD di Desa Jamberama yang akan berlangsung pada bulan Juli-Agustus nanti bisa terlaksana dengan baik sesuai rencana. Walaupun pada saatnya nanti ternyata pandemi Covid-19 masih belum usai, Karter memastikan, program ini akan tetap berjalan dengan tetap melaksanakan segala protokol kesehatan yang ada.

“Cukup dilematis, kegiatan TMMD yang dilaksanakan di saat masa pandemi nanti di mana pekerjaan pembangunan fisik maupun kegiatan sosialisasi nanti pasti akan mengundang banyak massa dan menimbulkan kerumunan. Kalau kita menyerah dengan keadaan dan menjadikan alasan pandemi membuat kita tidak bisa bergerak, maka kapan lagi daerah ini akan terbebas sebagai desa terisolir. Sehingga risiko harus kita ambil, dengan catatan protokol kesehatan harus tetap kita jalankan,” tegas Karter. (fik)

No More Posts Available.

No more pages to load.