Mengabdi di Pemkab Kuningan Hampir 21 Tahun, Deni Trianas Belum Jadi PNS

oleh -68 views
SOPIR BUPATI: Deni Trianas, menjadi driver yang dipercaya Bupati Acep Purnama sejak awal tahun 2008 saat menjadi ketua DPRD Kabupaten Kuningan. FOTO: Agus panther/radar kuningan

Loyalitas, dedikasi, dan totalitas dalam bekerja, ditunjukkan Deni Triana, sopir Bupati H Acep Purnama. Pria bertubuh subur itu seolah tak kenal waktu ketika bertugas membawa Bupati Acep menjalankan tugasnya ke berbagai acara. Hampir semua pelosok di Kabupaten Kuningan sudah dijelajahinya. Siang dan malam dijalaninya, demi menyukseskan kegiatan orang nomor satu di Kota Kuda tersebut.

Agus Panther, Kuningan

Deni mengawali karirnya di pemerintahan sebagai tenaga kontrak daerah di tahun 2000. Dia bertugas di DPRD Kabupaten Kuningan dan menjadi sopir anggota dewan, almarhum Mumung Somantri. Selepas dari Mumung, Deni lalu menjadi sopir Ketua DPRD Kuningan H Yudi Budiana sekitar tahun 2004. Hampir tiga tahun dirinya mendampingi Yudi. Statusnya tetap tenaga kontrak daerah dengan gaji yang cukup kecil. Meski bekerja hanya sebagai pegawai kontrak daerah, namun Deni tetap bersyukur. Baginya bisa bekerja saja sudah sangat bagus lantaran banyak rekan-rekannya yang belum bekerja.

Nasib Deni nyaris berubah kala Presiden SBY saat itu melakukan pengangkatan masal PNS. Sayangnya, meski sudah terdata, tapi ada kesalahan dalam ejaan namanya. Sehingga berkasnya kembali diserahkan untuk diperbaiki. Deni menemui pihak kesekretariatan DPRD untuk menyerahkan revisi ejaan namanya dan pihak kesekretariatan menjanjikan bahwa berkasnya akan segera diserahkan ke Badan Kepegawaiaan Daerah (sekarang BKPSDM, red). Deni yang sudah kadung percaya, tak menelusuri sampai di mana berkasnya.

“Tapi ketika pengumuman pengangkatan CPNS otomatis tersebut, nama saya tidak ada. Akhirnya saya gagal jadi PNS lantaran memang berkas revisi nama saya tidak diserahkan oleh pihak kesekretariatan ke BKD. Yang saya dengar, berkasnya diganti nama orang lain. Jika ingat kejadian itu, hati saya selalu kesal sama orangnya. Sebab, teman-teman saya yang masuk di di dewan tahun 2000, semuanya diangkat jadi PNS. Hanya saya saja yang gagal. Hingga sekarang, status saya masih tenaga harian lepas (THL) atau dulu mah disebutnya Pegawai Tidak tetap (PTT),” kenang bapak empat anak tersebut dengan nada masgyul.

Suami dari Dini Yulianti itu kemudian menjadi dipercaya pihak kesekretariatan sebagai sopir H Acep Purnama yang menjabat Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, awal tahun 2008. Tugas sebagai driver ketua parlemen daerah dijalani Deni dengan penuh tanggung jawab. Dan ketika pada tahun 2009 H Acep Purnama menjadi Wakil Bupati Kuningan, Deni tetap menjadi sopirnya.

“Saya mendampingi Pak Acep mulai awal tahun 2008 saat menjadi ketua DPRD. Lalu beliau menjadi wakil bupati, saya kembali menjadi sopirnya. Sampai sekarang menjabat Bupati Kuningan, saya dipercaya menyopiri beliau. Alhamdulillah, saya bisa menjalankan tanggung jawab dengan baik,” ujar ayah dari Syifa Nada Aprilia, Kansa Dwi Aprilia, Keanu Julian Triana dan Sybil Jinan Triana itu.

Deni mengaku banyak suka dan duka yang dilakoninya selama menjadi sopir Bupati Acep. Pengalaman menjadi orang dekat bupati juga semakin membuat dirinya dewasa dalam bertindak. Bahkan di matanya, Bupati Acep dianggap sosok pemimpin yang sederhana dan tak neko-neko ketika melakukan kunjungan kerja ke luar daerah.

“Bapak itu sederhana dan apa adanya. Ketika perjalanan ke luar kota, tak pernah pilih pilih rumah makan. Jika lapar, ya langsung mencari rumah makan apa saja. Tidak harus di restoran. Di warung baso juga tak masalah,” katanya.

Dia juga sangat memahami karakter Bupati Acep. Maklum saja, hampir 14 tahun dia bersama-sama dengan bupati. Bukan hanya mengantarkan kunjungan ke desa-desa yang ada di Kabupaten Kuningan saja melainkan juga bertugas ke luar kota. Sehingga dia sangat paham apa yang menjadi kebiasaan bosnya.

“Kadang yang membuat saya suka sedih adalah ketika bapak baru pulang malam dari luar kota, di pendopo masih ada tamu yang nungguin. Bapak sudah capek tapi tetap saja harus menemui tamu tersebut. Saya juga sering mengingatkan pak bupati untuk tetap menjaga kesehatan,” ungkapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.