Mandirancan Sentra Padi, Jelang Panen Pastikan Hasil Sesuai Harapan

oleh -28 views
DICEK: Kepala DKPP Dr Ukas Suharfaputra mengecek langsung kondisi tanaman padi jelang panen di kawasan UPTD BPP Mandirancan, kemarin (5/5).

KUNINGAN – Para petani di bawah pengawasan UPTD BPP Kecamatan Mandirancan, semringah dengan pertumbuhan tanaman padi mereka. Jelang panen, mereka optimis tanaman padinya akan memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Kuningan. Terutama di tengah wabah Covid-19.

Seuasana membahagiakan tersebut, dipastikan melalui inspeksi mendadak (sidak) Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kuningan Dr Ukas Suharpaputra ke lokasi, Selasa (5/5). Bersama beberapa staf, pejabat penyuka music Rock and Rool itu, melihat setiap petak tanaman padi petani. Bahkan dicek teliti hingga ke ubinan. Beberapa tanaman padi, yang siap panen, bahkan rumpunnya dipetik guna pengecekan kualitas.

“Insyaa Allah untuk kawasan Mandirancan, sampai saat ini, agriculture’s running well (pertanian berjalan baik),” ucap Dr Ukas kepada Radar.

Kawasan Mandirancan, adalah sentra padi di Kuningan utara dengan target luas tanam 2.213 hektare. Kawasan ini, ada di papan tengah penghasil padi terbesar di Kabupaten Kuningan.

Target luas panen total kabupaten mencapai 55.655 hektare 227.387 ton gabah kering panen di tahun 2020. Maka, Ia perlu meyakinkan bahwa target produksi di kawasan Mandirancan stabil tercapai.

“Alhamdulillah, survei ubinan menunjukkan produktivitas padi moderat mencapai kurang lebih 6,4 ton per hektare.  Gangguan hama penyakit minimal. Panen parsial untuk April 2020 100 hektare tercapai,” beber Ukas.

Bagi DKPP, turun ke lapangan menjelang panen seperti di wilayah UPTD-BPP Mandirancan ini, sudah menjadi keharusan. Ia tidak ingin hanya mendengar laporan dari staf, baik yang ada di DKPP maupun UPTD bahwa semua berjalan baik, dan optimal. Tetapi kenyataan pada waktunya, tidak memenuhi target. Bahkan cenderung gagal panen.

Maka, pengecekan ke lapangan, bersilaturahmi, menyapa, berdiskusi, mengecek tanaman padi hingga menyerap aspirasi petani olehnya secara langsung mesti dilakukan. Tentu agar semua berjalan sesuai harapan. “Minimal kita bisa tahu barangkali ada kendala petani menjelang panen,” ujar dia.(tat)

No More Posts Available.

No more pages to load.