Longsor Jalan Padarama-Sukaraja, Mobil Memutar Hingga 25 Kilometer

oleh -37 views
TUNJAU LONGSOR: Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Indra Bayu saat meninjau lokasi longsor di Desa Padarama, Kecamatan Ciawigebang, kemarin (8/2). Foto: M Taufik/Radar Kuningan

KUNINGAN-Akses jalan penghubung Desa Padarama-Sukaraja, Kecamatan Ciawigebang ambles akibat longsor sehingga berdampak mobilitas masyarakat terhambat untuk sementara. Separuh jalan yang tersisa hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, sementara roda empat atau mobil harus memutar sejauh 25 kilometer. 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan Indra Bayu mengungkapkan, peristiwa tanah longsor yang berlokasi di Dusun Pancabakti, Desa Padarama, tersebut terjadi pada Minggu (7/2) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Namun demikian, cuaca hujan yang terus terjadi hingga Minggu malam menyebabkan penanganan jalan longsor tersebut baru dilakukan pada Senin (8/2).

“Longsor disebabkan oleh hujan intensitas cukup tinggi dengan durasi cukup lama menyebabkan separuh badan jalan desa penghubung Padarama-Sukaraja ambles. Tim dari BPBD langsung meninjau lokasi untuk assesement sekaligus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti TNI, Polri dan instansi terkait untuk penanganan selanjutnya,” ungkap Ibe, panggilan sehari-hari Kalak BPBD kepada Radar.

Ibe mengatakan, jalan ambles tersebut berukuran panjang 25 meter dengan lebar 3 meter dan kedalaman 2,5 meter. Hanya tersisa separuh badan jalan, kini hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

“Untuk kendaraan roda empat tidak bisa lewat, melainkan harus memutar ke Desa Kalimati-Cengal kemudian ke Pamulihan. Jaraknya memutar sekitar 25 kilometer,” ujar Ibe.

Atas kejadian tersebut, lanjut Ibe, pihaknya sudah berkoordinasi dengan perangkat desa setempat dan juga anggota TNI dan Polri. Kini, di lokasi longsor sudah ada penjagaan petugas dan juga pemasangan rambu-rambu peringatan sekaligus garis polisi untuk keamanan.

“Masyarakat yang akan melintas arahkan untuk berhati-hati karena kondisi jalan masih labil dan licin. Untuk keamanan sudah dipasang rambu-rambu peringatan dan garis polisi untuk warga jangan sampai mendekat,” ungkap Ibe.

Terkait perbaikan akses jalan, Ibe mengatakan, hal tersebut sudah mendapat penanganan tim dari Dinas PUTR Kabupaten Kuningan. “Mudah-mudahan secepatnya bisa ada penanganan dan perbaikan. Untuk teknisnya, Dinas PUTR yang lebih paham,” ujarnya. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.