Korsleting Listrik, Separuh Rumah Hani Terbakar

oleh -16 views

KUNINGAN-Rumah milik Hani (65) warga Desa Panyosogan, Kecamatan Luragung, seketika terbakar, Rabu (17/2) pagi. Kebakaran tersebut diduga akibat korsleting listrik.

Berdasarkan informasi dihimpun, musibah kebakaran tersebut terjadi pada pukul 10.10 WIB. Kebakaran pertama kali diketahui oleh pemilik warung di depan rumah Hani yang melihat kepulan asap dari salah satu kamar kemudian disusul api berkobar di bagian atap.

Melihat hal tersebut, pemilik warung pun langsung berteriak kebakaran meminta tolong para tetangga yang lain. Warga yang mendengar teriakan pun langsung berdatangan memberi pertolongan melakukan upaya pemadaman. Dengan menggunakan peralatan seadanya warga bergotong royong berusaha memadamkan api dengan memanfaatkan air dari sumur dan kolam terdekat. Sementara warga lain berusaha mengeluarkan barang-barang seperti kursi, lemari hingga kasur agar tidak ikut terbakar.

Hingga akhirnya informasi kebakaran tersebut pun dilaporkan warga ke anggota Polsek Luragung, yang kemudian langsung diteruskan ke kantor UPT Damkar Kuningan. Atas laporan tersebut, satu regu pemadam bersama satu unit kendaraan Damkar meluncur ke lokasi kejadian dan langsung melakukan penyemprotan.

“Saat kami datang, api masih menyala membakar atap rumah bagian depan. Langsung kami lakukan penyemprotan,” ungkap Kepala UPT Damkar Kuningan Khadafi Mufti kepada Radar, kemarin.

Kebakaran tersebut, kata Khadafi, menyebabkan satu ruangan kamar depan terbakar hingga bagian atapnya. Sejumlah barang yang terbakar di antaranya kasus spring bed, lemari dan laptop sehingga total kerugian ditaksir mencapai  Rp35 juta. Atas kejadian tersebut, pemilik rumah pun harus mengungsi sementara ke rumah tetangganya hingga beberapa hari ke depan.

“Diduga kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik dari lampu kemudian membakar plafon kemudian api jatuh ke kasur dan akhirnya membakar seluruh kamar. Kejadian ini patut menjadi perhatian bersama untuk selalu mengontrol instalasi listrik di rumah agar dipastikan dalam kondisi aman. Selain itu untuk pemerintahan desa dapat menyediakan sarana dan prasarana pencegahan kebakaran seperti APAR (alat pemadam api ringan) , hydran, torn air yang di tempatkan di masing-masing dusun atau RT dan RW sebagai pencegahan awal terjadinya bahaya kebakaran,” ungkap Khadafi. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *