Korsleting Listrik, Separuh Rumah Emon Kebakaran

oleh -12 views
BEKAS TERBAKAR: Kepala UPT Damkar Kuningan Mh Khadafi Mufti memeriksa kondisi kamar rumah Emon yang terbakar, Senin (5/4) malam

KUNINGAN-Musibah kebakaran akibat korsleting listrik menimpa rumah milik keluarga Emon (65) di Gang Sutamara, Lingkungan Lamepayung, Kelurahan/Kecamatan Kuningan, Senin (5/4) pagi.

Berdasarkan informasi dihimpun, musibah kebakaran yang terjadi pada Senin malam sekitar pukul 22.00 WIB tersebut menghanguskan salah satu kamar di lantai atas. Kebakaran pertama kali diketahui salah satu anak Emon yang bernama Yovan (22) yang terkejut saat masuk ke dalam kamarnya sudah penuh dengan asap tebal dan sejumlah perabotan seperti kasur dan lemari sudah terbakar.

Melihat hal tersebut, Yovan pun langsung berteriak kebakaran memberitahukan orangtuanya di lantai bawah dan meminta tolong para tetangga yang lain. Warga yang mendengar teriakan pun langsung berdatangan memberi pertolongan melakukan upaya pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Hingga akhirnya kejadian kebakaran tersebut pun dilaporkan warga ke kantor UPT Damkar Kuningan yang langsung meluncur ke lokasi kejadian.

“Saat kami datang, api masih menyala membakar atap rumah bagian depan. Langsung kami lakukan penyemprotan,” ungkap Kepala UPT Damkar Kuningan Khadafi Mufti kepada Radar, kemarin.

Kebakaran tersebut, kata Khadafi, menyebabkan satu ruangan kamar di lantai atas terbakar hingga bagian atapnya. Sejumlah barang yang terbakar di antaranya kasur, lemari, PS dan laptop sehingga total kerugian ditaksir mencapai  Rp17,25 juta. Dia menduga, kebakaran terjadi akibat korsleting listrik dari terminal listrik di kamar tersebut.

“Diduga kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik dari terminal listrik yang terlalu penuh sehingga menimbulkan percikan api dan membakar peralatan elektronik dan akhirnya membakar seluruh kamar. Kejadian ini patut menjadi perhatian bersama untuk selalu mengontrol instalasi listrik di rumah agar dipastikan dalam kondisi aman. Selain itu untuk pemerintahan desa dapat menyediakan sarana dan prasarana pencegahan kebakaran seperti APAR (alat pemadam api ringan), hydran, torn air yang di tempatkan di masing-masing dusun atau RT dan RW sebagai pencegahan awal terjadinya bahaya kebakaran,” ungkap Khadafi. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *