Korsleting Listrik, Rumah Rusnadi Kebakaran

oleh -14 views
PADAMKAN: Petugas Damkar Kuningan berusaha memadamkan kebarakan di rumah milik Rusnadi (80) warga Desa Cikubangsari, Kecamatan Kramatmulya, Rabu (13/1) pagi.

KUNINGAN – Musibah kebakaran akibat korsleting listrik menimpa rumah milik Rusnadi (80) warga Desa Cikubangsari, Kecamatan Kramatmulya, Rabu (13/1) pagi.

Berdasarkan informasi dihimpun, musibah kebakaran tersebut terjadi pada pukul 07.00 WIB. Rusnadi yang kala itu berada di dalam rumah dikejutkan dengan kepulan asap dari kamar depan dan langsung berteriak minta tolong kepada warga.

Warga yang mendengar teriakan Rusnadi pun langsung berdatangan memberi pertolongan melakukan upaya pemadaman. Dengan menggunakan peralatan seadanya warga bergotong royong berusaha memadamkan api dengan memanfaatkan air dari sumur dan kolam terdekat. Sementara warga lain berusaha mengeluarkan barang-barang seperti kursi, lemari hingga kasur agar tidak ikut terbakar.

Hingga akhirnya informasi kebakaran tersebut pun dilaporkan warga ke petugas UPT Damkar Kuningan. Atas laporan tersebut, satu regu pemadam bersama satu unit kendaraan Damkar meluncur ke lokasi kejadian dan langsung melakukan penyemprotan.

“Saat kami datang, api sudah padam dan hanya menyisakan bara di bagian plafon. Kami langsung melakukan penyemprotan untuk memastikan api benar-benar padam,” ungkap Kepala UPT Damkar Kuningan Khadafi Mufti kepada Radar, kemarin.

Kebakaran tersebut, kata Khadafi, menyebabkan satu ruangan kamar depan terbakar hingga bagian atapnya. Sejumlah barang yang terbakar di antaranya kasus spring bed, lemari, laptop dan handphone milik salah satu anak Rusnadi sehingga total kerugian ditaksir mencapai Rp20 juta. Atas kejadian tersebut, pemilik rumah pun harus mengungsi sementara ke rumah tetangganya hingga beberapa hari ke depan.

“Diduga kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik dari lampu kemudian membakar plafon kemudian api jatuh ke kasur dan akhirnya membakar seluruh kamar. Kejadian ini patut menjadi perhatian bersama untuk selalu mengontrol instalasi listrik di rumah agar dipastikan dalam kondisi aman. Selain itu untuk pemerintahan desa dapat menyediakan sarana dan prasarana pencegahan kebakaran seperti APAR (alat pemadam api ringan), hydran, torn air yang di tempatkan di masing-masing dusun/RT/RW sebagai pencegahan awal terjadinya bahaya kebakaran,” ungkap Khadafi. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *