Kaulinan Barudak hingga Pentas Tari Kolosal Nyibohi di Festival Linggamekar

oleh -19 views
Arak-arakan yang menampilkan berbagai kaulinan barudak menyemarakkan puncak peringatan Hari Jadi ke 37 Desa Linggamek. FOTO:M TAUFIK/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN-Suasana semarak mewarnai peringatan Hari Jadi ke 37 Desa Linggamekar, Kecamatan Cilimus, di lapangan sepak bola Buah Gede, Minggu (27/10). Diawali dengan arak-arakan berbagai macam potensi desa, kaulinan barudak, hasil tani hingga tumpeng yang dihias dari halaman kantor desa menuju Lapangan Buah Gede.

Segala macam kamonesan warga tersebut dipertunjukkan kepada tamu undangan yang menempati tenda kehormatan seperti Bupati Kuningan Acep Purnama, Kadisporapar Jaka Chaerul, para pejabat Muspika Cilimus tak terkecuali Kepala Desa Linggamekar Rodin dan warga yang memenuhi lapangan.

Acara hiburan yang menampilkan tarian kolosal Nyibohi semakin membuat semarak acara tahunan warga Desa Linggamekar kali ini. Tari Nyibohi yang artinya nyiru, boboko dan hihid dimainkan oleh 100 lebih penari dari kalangan ibu-ibu dan remaja putri tersebut cukup menghibur para tamu undangan dan penonton yang mengitari lapangan Buah Gede.

“Tari Nyibohi menampilkan peralatan yang biasa digunakan masyarakat agraris, yaitu nyiru untuk menampi beras, boboko untuk menyimpan nasi dan hihid untuk mengipasi nasi yang sudah matang. Tarian ini merupakan hasil pemikiran kami dengan arahan dan bimbingan Pak Dede Nono Rukmana dari Disporapar,” ungkap Ketua Panitia Festival Milangkala Desa Linggamekar Iwan kepada Radar Kuningan.

Iwan mengatakan, kemeriahan peringatan Hari Jadi Desa Linggamekar kali ini sudah berjalan selama sepekan. Diawali dengan parade obor dan kolecer yang menghiasi banyak rumah penduduk di tiga dusun yang ada yakni Dusun Cantilan, Sawah Rangru dan Cisabuk, kemudian ziarah makam leluhur, parade janur pada tiga hari sebelum acara puncak dan lomba Sapta Pesona.

“Puncaknya hari ini kami hadirkan semua potensi yang dimiliki warga Desa Linggamekar, mulai dari kreasi seni, kaulinan barudak, kuliner dan hasil bumi kita tampilkan untuk kita nikmati bersama. Ini sebagai ungkapan syukur ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan,” ungkap Iwan.

Kepala Desa Linggamekar Rodin mengatakan, kegiatan Festival Hari Jadi Desa Linggamekar ini melibatkan seluruh elemen masyarakat di tiga dusun yaitu Dusun Cantilan, Sawah Rangru dan Cisabuk. Segala kemeriahan dan kamonesan warga yang ditampilkan, kata dia, mendapat dukungan dari STP Trisakti Jakarta dan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan.

“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat, sehingga acara ini bisa berlangsung meriah. Semoga Festival Linggamekar ini akan menjadi agenda tahunan yang ke depannya bisa semakin meriah dan menarik wisatawan datang ke sini,” ungkap Rodin.

Rodin mengungkapkan, Desa Linggamekar yang kini baru berusia 37 tahun merupakan pemekaran dari Desa Linggajati pada tahun 1982 lalu. Sesuai namanya, Linggamekar terdiri dari dua kata yaitu Lingga merupakan nama induk desa sebelumnya sedangkan Mekar artinya pemekaran.

Alhamdulillah di usianya yang ke-37 tahun ini, sudah banyak perubahan dan kemajuan dialami Desa Linggamekar. Insya Allah sekarang kami mulai merintis untuk mewujudkan Desa Linggamekar menjadi salah satu Desa Pinunjul berbasis pariwisata dengan mendapat pendampingan dari STP Trisakti dan Disporapar, mudah-mudahan bisa terwujud,” ungkap Rodin.

Sementara itu, Bupati Kuningan Acep Purnama mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai wujud dukungan program Pemerintah Kabupaten Kuningan yaitu mewujudkan 100 desa pinunjul berbasis pariwisata. Berbagai kesenian dan potensi yang ditampilkan, kata Acep, sangat  menarik dan mempunyai nilai jual sehingga ke depan bisa mengangkat pariwisata Desa Linggamekar.

“Kegiatan ini selaras dengan misi Pemkab Kuningan mewujudkan 100 desa pinunjul berbasis pariwisata. Saya sangat mendukung kegiatan ini, semoga ke depan bisa semakin semarak. Silakan gali potensi yang ada, mulai dari keindahan alamnya, hasil tani, kesenian, kuliner dan lainnya, sehingga bisa menarik wisatawan datang ke sini dan memberi dampak positif terhadap kehidupan perekonomian warga Linggamekar,” ungkap Acep. (fik)

No More Posts Available.

No more pages to load.