Kandang Terbakar, 14.000 Anak Ayam Terpanggang

oleh -25 views
LUDES: Kandang ayam milik Junaedi (75) di Desa Salareuma, Kecamatan Cipicung, ludes terbakar berikut 14.000 anak ayam tewas, Jumat (19/2) dini hari Foto: UPT Damkar Kuningan

KUNINGAN-Musibah kebakaran menimpa sebuah kandang ternak ayam milik Junaedi (75) di Desa Salareuma, Kecamatan Cipicung, Jumat (19/2) dini hari. Akibatnya 14.000 anak ayam di dalamnya tewas terpanggang sehingga menyebabkan pemiliknya mengalami kerugian materil hingga ratusan juta.

Berdasarkan informasi dihimpun, musibah kebakaran tersebut terjadi pada Jumat dini hari sekitar pukul 2.00 WIB. Kondisi kandang yang terbuat dari kayu dan bambu, menyebabkan api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh bagian kandang termasuk ribuan anak ayam di dalamnya.

Kondisi kandang yang berada di tengah sawah dan jauh dari pemikiman, menyebabkan penanganan kebakaran pun hanya dilakukan oleh dua pekerja yang berjaga dengan hanya menggunakan peralatan seadanya. Bahkan, bantuan beberapa warga yang datang ke lokasi pun tak sanggup memadamkan kobaran api yang sudah melalap seluruh bangunan kandang dan isinya. Hingga akhirnya, api pun padam dengan sendirinya saat menjelang subuh.

Kepala UPT Damkar Kuningan Mh Khadafi Mufti mengatakan, pihaknya baru mendapat laporan kebakaran tersebut pada Jumat siang sekitar pukul 11.00 WIB. Itu pun, kata Khadafi, didapat dari anggota Polsek Ciawigebang yang baru selesai melakukan olah TKP setelah mendapat laporan dari pemilik kandang.

“Kami baru mendapat laporan kebakaran tersebut Jumat siang. Jadi kebakaran tersebut tidak ada penanganan sama sekali, kecuali dari para penjaga dan beberapa warga yang berusaha agar api tidak merembet ke bangunan kandang di sebelahnya,” ungkap Khadafi kepada Radar.

Dari keterangan dua penjaga kandang, lanjut Khadafi, penyebab kebakaran diduga dari oven briket batu bara yang berada di tengah kandang. Oven batu bara yang berfungsi untuk penghangat ayam-ayam di dalam kandang, kata Khadafi, diduga mengalami kerusakan yang berdampak pada kebakaran hebat.

“Berdasarkan keterangan penjaga kandang, mereka berdua sebelumnya melakukan pekerjaan rutin menyalakan oven briket batu bara pada Kamis sore termasuk memberi pakan ayam hingga pukul 19.00 WIB. Setelah selesai melakukan tugas tersebut, keduanya kemudian tidur di ruangan tak jauh dari kandang. Saat terlelap tidur, mereka dikejutkan dengan suara ribut di kandang yang ternyata saat keluar terlihat api sudah berkobar di bagian tengah kandang,” kata Khadafi.

Akibat kebakaran tersebut, lanjut Khadafi, seluruh bangunan kandang beserta isinya habis terbakar dengan kerugian materil ditaksir mencapai Rp334,5 juta. Disebutkan Khadafi, kebakaran tersebut menyebabkan sekitar 14.000 ekor anak ayam tewas terpanggang berikut 3 ton pakan ikut hangus terbakar. Atas kejadian tersebut, Khadafi pun mengimbau kepada para pemilik ternak untuk selalu melakukan penjagaan secara berkala apalagi di dalamnya ada aktivitas pembakaran yang sangat berisiko terlebih di saat musim kemarau seperti ini.

“Sebaiknya penjaga ternak mengontrol pembakaran tungku secara berkala sehingga apabila terjadi tanda-tanda kebakaran bisa langsung diatasi. Selain itu setiap kandang sebaiknya dilengkapi dengan peralatan pencegah kebakaran, salah satunya Alat Pemadam Api Ringan (APAR),” ucap Khadafi. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *