Kampung Baru Disawer Rp2,6 M, Masih Banyak Sarana dan Prasarana yang Belum Layak

oleh -23 views
PEDULI KAMPUNG BARU: Rombongan Komisi 3 DPRD Kuningan tiba di Kampung Baru Desa Rambatan Kecamatan Ciniru, untuk meninjau kondisi warga eks Desa Pinara, kemarin (3/6). Foto : Mumuh Muhyiddin/Radar Kuningan

KUNINGAN – Warga Kampung Baru yang menempati hunian tetap (huntap) di Desa Rambatan Kecamatan Ciniru Kabupaten Kuningan ketiban rezeki nomplok. Kampung yang didiami eks warga Desa Pinara itu, bakal disawer Rp2,6 miliar untuk melengkapi sarana dan prasarana. 

“Insya Allah ada anggaran sebesar Rp2,6 miliar dari provinsi. Insya Allah nanti ditambahin. Insya Allah melalui APBD provinsi dan pusat, kita perjuangkan untuk Kampung Baru ini. Nanti ada dari aspirasi 4 orang Dapil 1 Komisi 3, insya Allah Rp100 juta (per anggota). Saya pribadi untuk musala, insya Allah saya menyumbang 50 sak semen,” Ketua Komisi 3 DPRD Kuningan Dede Sudrajat saat menyambangi Kampung Baru Desa Rambatan, Kamis (3/6).

Dede Sudrajat yang ditemani anggota Komisi 3 yakni H Purnama, H Nunung Sauhri, dan Hj Elin Lusiana, disambut jajaran perangkat Desa Rambatan beserta BPD dan tokoh warga setempat. Pertemuan disertai dialog yang berlangsung di musala itu, dihadiri perwakilan Polsek dan Koramil Ciniru, Sekretaris Dinas (Sekdis) PUTR Asep Suryaman dan beberapa staf. Tampak hadir puluhan warga Kampung Baru Desa Rambatan.

Kepastian akan turunnya anggaran untuk kebutuhan warga Kampung Baru Desa Rambatan tersebut, diperkuat dengan pernyataan anggota Komisi 3 Dapil 1 dari Ciniru, H Nunung Sanuhri. Menurut Nunung, anggaran sebesar Rp2,6 miliar tersebut nantinya diperuntukkan bagi kebutuhan prioritas, yakni sarana air bersih dan jalan.

“Yang 2,6 miliar itu untuk air bersih dan jalan. Untuk sarana agama, kami Komisi 3 yang dari Dapil 1 insya Allah siap. Warga Pinara yang sekarang jadi warga Rambatan, harus jelas status kependudukannya. KTP, KK, dan lain-lainnya, administrasi kependudukannya harus dibenarkan, mohon kepada pemdes,” tutur Nunung.

Di hadapan wakil rakyat, Kepala Desa Rambatan Rudiana menyampaikan sejumlah keluhan sekaligus aspirasi warga Kampung Baru. Keluhan tersebut di antaranya perlu adanya perhatian pemerintah daerah terkait sarana air bersih, jalan, sarana ibadah, dan sarana PAUD.

“Terima kasih atas kunjungan Komisi 3 DPRD ke Kampung Baru Desa Rambatan ini. Alhamdulillah dengan hanya mendapat bantuan Rp17,5 juta, warga kami ini bisa membangun rumah. Walaupun sebenarnya masih sangat kurang,” kata Rudiana.

Pihaknya memohon agar DPRD memfasilitasi pengadaan listrik, kebutuhan sehari-hari air bersih layak minum. Pasalnya, air di lingkungan Kampung Baru rasanya asin. “Jadi, jalan keluarnya harus ada penyaluran air dari Blok Pasir,” ucapnya.

Selanjutnya, kata Kades Rudiana, ia mengeluhkan soal jalan yang juga belum layak. Jika kemarau, diakuinya memang jalan yang menghubungkan Ciniru ke Desa Rambatan masih bisa dilalui kendaraan. Namun kondisi berbalik saat sedang musim hujan, jelas sangat susah dilalui, karena kondisi jalan masih tanah.

“Musala juga mohon dibenahi. Mohon juga ada bangunan PAUD, sekalian dicarikan untuk pengajarnya. Ini semua aspirasi masyarakat yang langsung disampaikan kepada saya,” sebut Kades Rudiana, disambung keluhan yang sama dari beberapa perwakilan warga.

Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Komisi 3 Dede Sudrajat, menyampaikan kunjungan itu merupakan ketiga kalinya sejak bencana longsor terjadi di Desa Pinara. Pihaknya mengaku begitu peduli terhadap kondisi warga Kampung Baru  pascamusibah longsor, terlebih dari Ciniru ada anggota dewan yang duduk di Komisi 3, yakni H Nunung Sanuhri, ditambah mantan Kapolsek Ciniru, H Purnama.

“Yang disampaikan Bapak Kuwu tadi, sebetulnya itu menjadi pemikiran kami. Kami sering dialog, terutama dengan anggota yang dari Ciniru. Tapi alhamdulillah kami Komisi 3 terus konsen untuk memperjuangkan yang ada di Kampung Baru ini,” ucap Dede.

“Setelah ini kami akan berembuk, khusus untuk anggota Komisi 3 dari Dapil 1. Insya Allah kami siap berkolaborasi,” imbuhnya.

Turut memberikan pernyataan, anggota Komisi 3 lainnya, H Purnama. Menurutnya, perwakilan warga Kampung Baru sudah beberapa kali datang ke Komisi 3, termasuk di dalamnya Kades dan Ketua RT, untuk menyampaikan langsung keluhan tersebut.

“Ada Pak Kuwu, Pak RT dan lain-lain yang beberapa kali datang ke kami sambil menangis. Tulungan (tolongin, red), kami kena musibah. Di tempat lain mah bantuannya bagus, coba dong air-air mah (bagi warga Kampung Baru Rambatan),” ungkap Purnama, politisi PDIP yang pensiunan anggota Polri itu.

Pihaknya sudah sepakat anggaran dari provinsi sebesar Rp2,6 miliar tahun ini harus sudah direalisasikan. Sehingga jalan di Kampung Baru Desa Rambatan bisa bagus, syukur-syukur jika terealisasi dengan listriknya, karena hal ini sudaah menjadi komitmen Komisi 3 DPRD.

“Sekarang kami di Dewan berkewajiban memperjuangkan masyarakat. Jangan dilihat besar kecilnya. Semoga ke depan Kampung Baru ini menjadi kampung yang sejahtera dan mandiri. Sekarang mah yang tani bertani, yang dagang dagang. Biarkan kami yang memperjuangkan. Kami berkumpul begini bukan uang pribadi, tapi ini uang masyarakat,” harap Purnama, seraya memastikan di Kampung Baru tersebut terdapat sekitar 300-an warga dengan 175 Kepala Keluarga (KK).

Khusus untuk sarana PAUD, hal itu mendapat tanggapan dari Hj Elin Lusiana. Menurut istri H Ade Petruk ini, permintaan sarana PAUD akan disampaikannya langsung kepada Hj Ika Acep Purnama sebagai Bunda PAUD Kabupaten Kuningan.

“Ada satu hal yang belum terjawab, soal PAUD. Insya Allah nanti apa saja yang dibutuhkan tentang PAUD, nanti saya sampaikan kepada Ibu Bupati, karena beliau sebagai Bunda PAUD,” janji Elin.

Seperti diketahui, beberapa tahun lalu, Desa Pinara Kecamatan Ciniru (sekarang warganya direlokasi ke Desa Rambatan), mengalami musibah longsor yang cukup dahsyat. Atas kejadian tersebut, pemerintah memastikan desa tersebut masuk zona tidak aman lagi untuk dihuni, sehingga terpaksa warga setempat harus rela meninggalkan tanah kelahirannya itu.

Kini, ratusan warga terpaksa harus menempati Huntap Kampung Baru di Desa Rambatan. Sayangnya, mereka merasa kurang diperhatikan pemerintah, tidak seperti di tempat lain yang juga direlokasi oleh pemerintah.

Atas kondisi tersebut, mereka pun mengadukan nasibnya ke Komisi 3 DPRD, agar keluhannya itu dapat tersampaikan kepada Pemerintah Daerah. Mereka meminta agar dapat diperhatikan dari berbagai sarana, mulai dari air bersih, pendidikan, sarana agama, jalan, dan lain sebagainya. (muh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.