Kakek Nenek di Cikananga Nyaris Terpanggang

oleh -22 views
PA DAMKAN: Petugas Damkar menyemprotkan air untuk memadamkan rumah Amin yang bagian atapnya sudah ludes terbakar.

KUNINGAN – Kebakaran akibat korsleting listrik menimpa sebuah rumah yang ditempati pasangan Amin (70) dan istrinya Sewi (72) di Desa Cikananga, Kecamatan Garawangi, Minggu (20/9) dini hari.

Berdasarkan informasi dihimpun, musibah kebakaran terjadi sekitar pukul 00.30 WIB. Kebakaran pertama kali diketahui oleh Ani (20), salah satu tetangga Amin yang terbangun dan mencium bau hangus. Seketika tetangga tersebut mencari sumber bau terbakar tersebut. Alangkah terkejutnya saat membuka pintu rumah terlihat api sudah membakar separuh atap rumah Amin.

Ani pun langsung membangunkan orang tuanya mengabarkan kebakaran tersebut lalu berteriak meminta bantuan warga lain untuk memadamkan api. Sebagian warga pun langsung masuk ke dalam rumah untuk membantu pasangan kakek nenek tersebut keluar rumah sebelum api semakin membesar.

Sambil berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, salah satu warga lain berinisiatif menghubungi kantor Damkar Kuningan untuk meminta bantuan pemadaman. Sekitar 15 menit kemudian, satu unit kendaraan Damkar tiba di lokasi dan petugas langsung menyemprotkan air ke titik api.

Lokasi kebakaran yang berada di pemukiman padat sempat membuat petugas kesulitan memadamkan api. Namun kegigihan petugas dibantu warga dan perangkat desa memadamkan api, akhirnya kebakaran pun bisa dipadamkan sekitar pukul 02.00 WIB.

“Beruntung warga langsung melaporkan kejadian ini kepada kami sehingga penanganan bisa cepat dilakukan sebelum api melahap seluruh bangunan. Api menghanguskan separuh bangunan, dan yang paling parah bagian atap,” ungkap Kepala UPT Damkar Kuningan Mh Khadafi Mufti kepada Radar.

Khadafi menambahkan, kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik tersebut menghanguskan separuh bangunan rumah termasuk perabotan seperti televisi, ranjang, lemari dan lain-lain. Total kerugian yang diderita pemilik rumah, Khadafi memprediksi mencapai Rp42 juta lebih.

“Beruntung penghuni rumah berhasil ditolong warga sehingga kebakaran ini tidak sampai merenggut korban jiwa. Akibat kebakaran ini, penghuni rumah kini mengungsi ke rumah saudaranya,” ujar Khadafi.

Atas kejadian ini, Khadafi berharap bisa menjadi pelajaran untuk semua untuk berhati-hati dan waspada terhadap segala hal yang dapat berpotensi menyebabkan kebakaran. Pastikan kompor atau tungku yang sudah dipakai memasak dalam keadaan mati, juga instalasi listrik jika ada kerusakan segera perbaiki.

“Juga untuk perangkat desa agar menyediakan sarana penanganan kebakaran portabel atau alat pemadam api ringan (APAR). Ini sebagai penanganan dini sebelum api membesar sehingga kerugian materil bisa diminamilisir,” imbau Khadafi. (fik)

No More Posts Available.

No more pages to load.