Jembatan Ambruk, Warga Kalimati Tetap Beraktivitas

oleh -24 views
AKTIVITAS NORMAL: Jembatan Sungai Cijurey yang ambruk tidak membuat warga Desa Kalimati Kecamatan Japara berhenti beraktivitas ke lading atau sawah.

KUNINGAN-Ambruknya jembatan Sungai Cijurey yang merupakan penghubung Kuningan-Cirebon ternyata tidak terlalu berdampak pada aktivitas warga Kalimati, Kecamatan Japara, sebagai desa terdekat jembatan tersebut.

Jembatan Sungai Cijurey di Desa Karangwuni, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon, yang berbatasan langsung dengan Desa Kalimati, Kecamatan Japara, Kabupaten Kuningan, ambruk akibat tergerus aliran sungai pada Senin (1/2) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Nurhasan, salah satu warga Desa Kalimati mengatakan, keberadaan jembatan tersebut selama ini lebih banyak digunakan para petani yang akan menggarap lahan sawahnya. Sementara untuk mobilitas perekonomian warga seperti menjual hasil bumi ataupun berbelanja kebutuhan sehari-hari lebih banyak dilakukan lewat jalur Cikeleng-Cilimus atau ke Ciawigebang.

“Kalau untuk menggarap sawah kami masih bisa menyeberangi sungai. Jadi jembatan ini roboh pun kami tidak ada dampak apa-apa. Kalau untuk menjual hasil panen, biasanya ada bandar yang datang lewat jalur Cilimus atau untuk belanja kebutuhan bisa ke Pasar Ciawigebang atau Cilimus,” ujar Nurhasan.

Nurhasan menambahkan, selama ini keberadaan jembatan Cijurey tersebut lebih banyak digunakan untuk mobilisasi warga yang ingin bersilaturahmi dengan keluarganya di daerah Sedong atau Sindanglaut. Oleh karena itu, lalu lintas di jalur itu pun selama ini terbilang sepi.

“Karena untuk belanja ke pasar atau mal di Cirebon pun lebih mudah lewat jalur Cilimus. Daripada lewat Sindanglaut lebih jauh,” ujarnya. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.