Isi Ramadan dengan Pesantren Kilat

oleh -49 views
PESANTREN KILAT: Para pelajar mengikuti kegiatan pesantren kilat di Masjid Nurul Huda, Desa Bandorasa Wetan, Kecamatan Cilimus, kemarin. Foto: M Taufik/Radar Kuningan

KUNINGAN – Kegiatan pesantren kilat ternyata masih menjadi tradisi Ramadan yang masih bertahan walaupun di tengah pandemi. Salah satunya terlihat di Masjid Nurul Huda, Desa Bandorasa Wetan, Kecamatan Cilimus, yang tetap menyelenggarakan pesantren kilat dengan mewajibkan seluruh pesertanya menerapkan protokol kesehatan ketat.

Sedikitnya 100 pelajar mulai dari tingkat PAUD, TK, SD dan SMP mengikuti kegiatan pesantren kilat yang diadakan para pemuda desa yang menamakan diri Remaja Masjid Bandorasa Wetan (Remasband) tersebut. Dengan menerapkan protokol kesehatan memakai masker, para pelajar peserta pesantren kilat ini dibagi dalam beberapa kelompok untuk mendapatkan materi dari para mentor yang semuanya merupakan anggota pengurus Remasband.

Ketua penyelenggara pesantren kilat Remasband Fauzan mengatakan, kegiatan pesantren kilat ini menjadi agenda rutin tahunan yang selalu digelar setiap bulan Ramadan. Beberapa materi yang diberikan pun masih pada hal-hal umum keagamaan, seperti praktik salat, mengaji iqra, hafalan surat-surat pendek, doa-doa, pengenalan Bahasa Arab hingga materi tentang adab terhadap orang tua.

“Kami mengajak adik-adik pelajar untuk mengisi bulan Ramadan ini dengan kegiatan positif melalui pesantren kilat. Alhamdulillah, antusias peserta tahun ini masih cukup banyak mencapai 100 anak dari jenjang pendidikan PAUD, TK, SD dan SMP kelas 1,” ungkap Fauzan kepada Radar, kemarin.

Fauzan menambahkan, kegiatan pesentren kilat digelar siang hari mulai dari pukul 13.00 WIB hingga Salat Asar. Adapun lamanya kegiatan pesantren kilat hanya digelar selama tiga pekan, yang nantinya akan ditutup dengan berbagai kegiatan lomba.

“Pada hari terakhir nanti kita akan adakan banyak lomba. Ini sebagai evaluasi juga motivasi untuk para peserta pesantren kilat menunjukkan bakat dan kemampuannya di depan umum. Di antaranya lomba azan, lomba dai cilik, kaligrafi dan lomba doa,” ujar siswa kelas 2 SMK Karnas tersebut.

Fauzan berharap, kegiatan pesantren kilat ini berjalan lancar hingga akhir dan bisa memberi manfaat untuk para pesertanya. “Semoga dari kegiatan pesantren kilat ini bisa menjadikan para generasi muda Desa Bandorasa Wetan yang berakhlakul karimah dan berbakti kepada orang tua,” ujarnya. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *