, , ,

Hari AIDS Sedunia, Stop Diskriminasi ODHA

oleh -115 views
AIDS ILUS
Ilustrasi.

KUNINGAN – Peringatan hari AIDS Sedunia tingkat Kabupaten Kuningan di Pandapa Paramartha dimeriahkan dengan sejumlah keseruan, mulai dari senam zumba, color run dan pertunjukkan teater serta penyerahan donasi beasiswa untuk 25 anak terdampak HIV/AIDS.

Ketua Warga Peduli AIDS (WPA) Kuningan sekaligus ketua panitia acara Ani Zulaiha mengatakan, peringatan Hari AIDS Sedunia kali ini menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran semua orang terhadap penyakit AIDS yang disebabkan oleh HIV. Masyarakat terutama generasi muda diajak untuk memahami program 3 Zero HIV/AIDS yaitu zero infeksi baru, zero kematian dan zero diskriminasi.

“Oleh karena itu, acara yang baru pertama kali digelar ini kami mengundang banyak generasi muda terutama para pelajar dan mahasiswa dari berbagai sekolah dan kampus di Kabupaten Kuningan. Melalui berbagai keseruan hari ini, kami mengajak mereka untuk menyukseskan program 3 Zero tersebut, dengan cara melaksanakan pola hidup sehat dan menjauhi perbuatan yang berisiko terdampak penyakit HIV/AIDS dan memperlakukan wajar para ODHA (Orang dengan HIV/AIDS),” ungkap Ani.

Adapun tema yang diangkat pada peringatan HAS tahun ini, kata Ani, adalah “Bersama Masyarakat Meraih Sukses. Ani menjelaskan, tema tersebut bermakna ajakan kepada seluruh masyarakat untuk bersatu tidak mendiskriminasi para ODHA, sehingga mereka bisa tumbuh percaya diri dan ikut berpartisipasi dalam pembangunan khususnya di Kabupaten Kuningan.

Terkait jumlah penderita AIDS di Kabupaten Kuningan, Ani mengatakan, saat ini sudah mencapai 404 orang. Namun Ani meyakini jumlah tersebut baru sebagian yang terdata, dan memungkinkan jumlah sebenarnya lebih besar lagi.

“Masalah HIV/AIDS ini bagaikan fenomena gunung es,karena laporan resmi jumlah kasus tidak mencerminkan masalah yang sebenarnya. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat terutama untuk kalangan berisiko untuk bersama-sama melakukan VCT atau Voluntary Vounselling and Testing, yang apabila hasilnya benar positif bisa segera mendapat penanganan intensif,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kuningan Acep Purnama yang berkesempatan hadir menyampaikan apresiasi kegiatan tersebut. Acep mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kuningan siap mendukung terhadap segala bentuk kegiatan penanganan HIV/AIDS di Kabupaten Kuningan.

“Salah satunya dalam hal menolak diskriminasi ODHA, kami membuka pintu sebesar-besarnya untuk para penderita AIDS yang ingin punya kegiatan atau keterampilan, bisa datang ke Disnakertrans agar diberi pelatihan dan lainnya. Ini juga berlaku untuk dinas-dinas yang lain, yang sekiranya bisa menampung dan memberdayakan para ODHA agar bisa dilayani dengan baik,” ujar Acep saat sesi bincang-bincang.

Acara Hari AIDS Sedunia kali ini juga dihadiri oleh Sekda Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Kabag Kesra Toni Kusumanto dan Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan dr Eva Maya serta tamu undangan dari berbagai komunitas peduli AIDS.

Dalam kesempatan itu juga digelar berbagai hiburan diantaranya pagelaran musik, teater dari SMA Negeri 1 Ciawigebang serta penyerahan  bantuan donasi beasiswa pendidikan untuk 25 anak terdampak. (fik)