H Sumedi Anwari Tetap Berkarya di Masa Purna, Ciptakan Roti Alit Khas Kuningan

oleh -38 views
SURVEI: Kombes Pol Purn Abdul Muis, pimpinan rombongan Persatuan Purnawirawan Polri (PP Polri) Jawa Barat melakukan survei ke toko milik H Sumedi Anwari dan mencicipi Roti Alit, Selasa (23/2). Foto: M Taufik/Radar Kuningan

Masa purnabakti bukan berarti akhir dari segalanya. Ini dibuktikan oleh H Sumedi Anwari pensiunan Polri dengan pangkat terakhir Bripka yang kini sukses menjajaki usaha kuliner Roti Alit bersama istri tercinta.

M TAUFIK, Kuningan

BERTEMPAT di kawasan pertokoan Simpang Caracas, Kecamatan Cilimus, H Sumedi menjadikan salah satu kiosnya menjadi pabrik sekaligus toko yang menjajakan roti mini buatannya. Usaha yang sudah dijalaninya selama dua tahun terakhir ini pun telah memikat banyak hati pelanggannya. Dalam sehari, produksi Roti Alit pun sudah mencapai 2.000 keping yang selalu habis diborong pembeli baik untuk cemilan maupun untuk oleh-oleh para wisatawan.

Untuk memproduksi roti sebanyak itu, H Sumedi pun kini harus mempekerjakan 10 orang karyawan yang bekerja dua shift setiap harinya. Sebagian bekerja pagi hari, dan sebagian lain masuk sore.

“Sekarang mulai kewalahan. Rencananya saya akan menambah lima lagi karyawan untuk membantu memenuhi permintaan pelanggan yang terus meningkat,” ungkap Sumedi kepada Radar, Selasa (23/2).

Sumedi menceritakan awal mula menjalankan usaha Roti Alit ini sekitar tahun 2017 atas usulan salah satu anaknya yang kuliah di Unpad. Berbekal koneksi dengan salah satu chef di salah satu hotel ternama di Jakarta, Sumedi pun merekrut beberapa orang tetangganya untuk dilatih membuat roti yang enak dan lezat.

“Saya pensiun tahun 2014 lalu, awalnya hanya punya toko sembako kecil di rumah yang kebetulan lokasinya cukup strategis di simpang Caracas. Kemudian mengembangkan usaha berjualan oleh-oleh khas Kuningan sampai akhirnya tahun 2017 anak saya yang dari Unpad punya ide buat usaha roti seperti yang dari Bogor, Roti Unyil. Untuk membedakan, saya buat roti khas Kuningan namanya Roti Alit,” paparnya.

Dari awalnya hanya punya delapan varian rasa Roti Alit, H Sumedi yang juga anggota Persatuan Purnawirawan Polri (PP Polri) Cabang Kuningan, kini anak buahnya sudah menciptakan 21 varian rasa berbeda yang semuanya cukup diminati pembeli. Mulai dari rasa abon, pisang keju, coklat, stroberi hingga aroma durian pun ada.

“Roti Alit ini dibuat dengan bahan-bahan pilihan, makanya rasanya pun tak kalah dengan yang dari Bogor ataupun lainnya. Meski begitu, harga yang kami patok masih sangat terjangkau yaitu Rp15.000 untuk kemasan kecil isi 10 dan Rp30.000 untuk kemasan besar isi 20 keping,” ujar Sumedi diamini sang istri Hj Iin Intan.

Untuk saat ini, kata Sumedi, pemasaran Roti Alit buatannya masih fokus dilakukan di salah satu kios toko oleh-olehnya dan belum ada rencana untuk membuka cabang di daerah lain. “Selain itu kami juga menjual lewat online di media sosial Instagram. Mudah-mudahan bisa terus berkembang dan menjadi ikon kuliner khas Kuningan, sehingga kami bisa buka cabang di tempat lain,” harap Sumedi.

Keberhasilan Sumedi menjalankan usaha toko sembako hingga merambah dunia kuliner Roti Alit ini pun ternyata mendapat perhatian serius dari organisasi PP Polri yang menunjuknya sebagai salah satu Toko Pangan Kotesebha (TPK) PP Polri Cabang Kuningan. Ini dibuktikan dengan kehadiran rombongan pengurus PP Polri Jawa Barat untuk melakukan survei dan penilaian terkait kelayakannya.

“PP Polri mempunyai dua program pemberdayaan anggota yaitu mendirikan Rumah Pangan Kotesebha (RPK) dan Toko Pangan Kotesebha (TPK) di setiap daerah. Di Kabupaten Kuningan ada dua lokasi yang kita survei yaitu satu di Perum Jananuraga untuk dijadikan RPK dan satu toko milik Pak H Sumedi ini untuk TPK. Saya melihat di toko milik Pak Sumedi ini cukup potensial, selain ada toko sembako ternyata juga ada pengembangan usaha Roti Alit juga ada laundry dan kafe. Ini sangat bagus sebagai contoh industri kreatif yang bisa mengangkat potensi lokal sekaligus juga menciptakan lapangan kerja,” papar Kombes Pol Purn Abdul Muis yang memimpin rombongan PP Polri Jabar.

Dari hasil survei tersebut, kata Abdul, selanjutnya akan dilaporkan ke PP Polri Pusat untuk bahan pertimbangan dan diresmikan. “Tidak menutup kemungkinan nanti juga ada dukungan bantuan permodalan dari PP Polri Pusat untuk kelangsungan dan pengembangan RPK dan TPK tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PP Polri Cabang Kuningan Kompol Irwan Sukmawan mengapresiasi kunjungan tim survei dari PP Polri Jabar tersebut. Irwan berharap, setelah kunjungan tersebut dalam waktu dekat rencana RPK dan TPK PP Polri Cabang Kuningan tersebut bisa segera wujud dan keberadaannya bisa dirasakan manfaatnya oleh anggota PP Polri termasuk masyarakat di sekitarnya.

“Karena berbagai pertimbangan dan potensinya, kami memilih toko milik Pak Sumedi di Caracas untuk dijadikan TPK dan warung sembako milik Ibu Agus di Perum Jananuraga untuk RPK. Mudah-mudahan dari Toko Roti Alit milik Pak Sumedi ini bisa terus berkembang dan punya cabang di mana-mana sehingga bisa merekrut banyak karyawan begitu juga dari warung Bu Agus,” harap Irwan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.