Gizi Buruk, Rendah Asupan Makanan Sehat

oleh -15 views
EDUKAS I: Pimpinan UN Word Food Programe Peter menyaksikan Sekda Dian Rachmat Yanuar saat di kebun sayur SDN Ciloa.

KUNINGAN – Penanganan masalah gizi di Kabupaten Kuningan, tidak main-main. Menggandeng UN Word Food Programed dan Food Industry Asia-Evolve, Pemkab Kuningan menjadikan SDN Ciloa Kecamatan Kramatmulya sebagai pilot project program dan kampanye buah dan sayur, serta pendidikan gizi. Rangkai acara Hari Gizi Nasional 2020 itu, dikemas dalam Gebyar Gerakan Makan Buah dan Sayur, atau Gebyur.

Menurut Pimpinan UN World Food Programe, Peter Holtsberg, anak sekolah Indonesia itu menghadapi beban ganda. Yaitu gizi buruk dan implikasi serius kepada anak terhadap kesehatan. Ini tentu akan berdampak kepada kesejahteraan generasi saat ini dan masa depan. Yang otomatis berdampak buruk pada ekonomi dan kesehatan negara.

“Beberapa penyebab kekurangan gizi dapat berasal dari rendahnya asupan makanan sehat, aman. Bukti-bukti sudah menunjukkan bahwa orang Indonesia itu rata-rata mengkonsumsi dua kali lebih banyak sereal ya. Kurang dari setengah harian direkomendasikan buah dan sayuran,” ungkap Peter Holtsberg dalam Bahasa Inggris, didampingi penerjemahnya

Sekolah percontohan ini, lanjut Peter, akan menerima pendidikan gizi di dalam kelas melalui perangkat digital serta pelatihan guru-guru. Materinya di dalam kelas digital telah dirancang dan disesuaikan untuk menarik dan mempengaruhi anak sekolah.

Para guru juga akan dilatih, kemudian orang tua juga akan menerima kampanye-kampanye. Bisa melalui kelompok media sosial untuk implementasi yang lebih luas di masa depan. Saya berharap program ini dapat berkelanjutan. Ya terima kasih kepada pemerintah daerah, juga sekolah SDN 2 Ciloa yang menjadi bagian dari terobosan program ini. Saya sungguh senang bisa hadir di SDN 2 Ciloa,” ungkap Peter lagi.

Perwakilan Food Industry Asia -Evolve , Mukarram Sabeera Barakathali menegaskan, bahwa partnership dengan program ini mencoba untuk menggaris bawahi pentingnya bekerja sama dengan beberapa mitranya. Termasuk sektor-sektor lain untuk betul-betul memberikan informasi kepada konsumen. Dalam hal ini, informasi terkait makanan bergizi dan bagaimana melakukan gaya hidup sehat.

“Ini adalah bagian dari program program gizi anak sekolah. Tingkatkan konsumsi buah dan sayuran, misal melalui pendidikan gizi. Programnya sudah kita buatkan buat kalian,” jelas dia

Kemudian ada materi-materi disebarkan lewat sosial media kepada komunitas. Ini program agar anak-anak bisa menjadi agen gizi sehat. Bisa memperbaiki pilihan-pilihan makanannya juga bisa memperbaiki keluarganya, juga untuk meningkatkan kesejahteraan populasi.

“Kepada pemerintah daerah, kepada SDN 2 Ciloa juga kepada masyarakat, kami percaya program ini akan sukses,” tandasnya

Sekda Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar membeberkan Indonesia kini tengah menghadapi masalah masih tingginya stunting. Masalah gizi, obesitas dan kekurangan zat gizi mikro juga menjadi beberapa dari tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia. Gebyur ini, salah satu upaya bersama berbagai pemangku kepentingan terhadap komitmen, kampanye, edukasi, akses pangan bergizi dan monitoring program. Sehingga akan tercipta SDM  sehat, cerdas, dan tangguh.

“Gebyur bisa meningkatkan pengetahuan generasi anak kita untuk sadar gizi dan kesehatan. Sebarluaskan informasi dan promosi kepada masyarakat tentang pentingnya gizi optimal dalam mewujudkan pembangunan SDM berkualitas. Gandeng media massa dalam kampanye gizi terhadap anak dan remaja sebagai salah satu penanggulangan stunting,” imbau Sekda

Ia berharap program percontohan SDN 2 Ciloa bisa benar-benar menjadi contoh bagi yang lain. Kepala Sekolah SDN Ciloa 2 Juhana merasa berterima kasih sekali dan bangga telah mendapat kepercayaan untuk dijadikan sebagai lokasi percontohan untuk progas dan kampanye buah dan sayur serta pendidikan gizi. “Walaupun masih tahap awal pelaksanaan, kami sudah mulai merasakan manfaatnya,” aku dia.(tat)

No More Posts Available.

No more pages to load.