Geger, Pedagang Sayur Keliling Meninggal di Teras Warga

oleh -27 views
PERIKSA JENAZAH: Petugas Inafis Polres Kuningan berpakaian hazmat memeriksa jenazah pedagang sayur keliling yang terkapar di teras rumah warga di Desa Singkup, Kecamatan Japara, Selasa (3/8) pagi. FOTO: M Taufik/Radar Kuningan

KUNINGAN – Warga Desa Singkup, Kecamatan Japara, dibuat heboh dengan kejadian meninggalnya seorang pedagang sayur keliling di teras rumah warga, Selasa (3/8) pagi sekitar pukul 9.30 WIB. Sebelumnya, pedagang sayur tersebut sempat mengeluh sakit dan meminta warga untuk memijat dan mengerik punggungnya, namun tak lama kemudian meninggal dunia.

Berdasarkan informasi dihimpun, pedagang sayur keliling menggunakan motor yang dikenal warga bernama Sukasa tersebut tiba-tiba berhenti di pekarangan rumah Saman karena mengeluh sakit. Sukasa pun kemudian duduk di teras dan meminta tolong Saman untuk memijat dan mengerik punggungnya.

“Setelah dikerik, tiba-tiba mamang sayur pingsan. Tak lama kemudian, saat dicek sudah tidak bernapas,” ujar Wahyu, salah satu warga Singkup.

Kejadian meninggalnya pedagang sayur keliling ini pun kemudian dilaporkan warga ke perangkat desa setempat. Lalu diteruskan ke Polsek Jalaksana yang langsung datang ke lokasi kejadian disusul tim Inafis Polres Kuningan untuk identifikasi. Bahkan, seorang petugas berpakaian hazmat diturunkan untuk antisipasi kemungkinan meninggalnya Sukasa akibat Covid-19.

Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP Danu R Atmaja mengatakan, dari hasil identifikasi anggotanya diketahui pedagang sayur tersebut bernama Sukasa (40) merupakan warga Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Dikatakan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh Sukasa yang menyebabkan dia meninggal dunia.

“Dari keterangan saksi di tempat kejadian, korban sempat mengeluh sakit dan minta dikerik punggungnya, kemudian pingsan dan akhirnya meninggal dunia. Ditambah dari hasil pemeriksaan luar oleh tim Inafis dan petugas medis puskesmas setempat pun menyatakan tidak ditemukan ada unsur kekerasan sehingga kami berkesimpulan penyebab kematiannya karena sakit,” ungkap Danu kepada Radar.

Setelah dilakukan pemeriksaan luar oleh petugas, jenazah Sukasa kemudian dibawa ke Kamar Mayat RSUD ’45 Kuningan. Petugas pun kemudian menghubungi keluarga Sukasa untuk mengabarkan kemalangan yang menimpa pedagang sayur keliling tersebut.

“Dari keterangan keluarga menyatakan korban memang punya riwayat sakit maag akut. Mungkin ini yang menyebabkan korban meninggal dunia,” ungkap Danu.

Pihak keluarga, kata Danu, telah menerima meninggalnya Sukasa ini sebagai takdir dari Yang Maha Kuasa dan menolak jenazahnya diautopsi. Selanjutnya, jenazah Sukasa pun dibawa pulang keluarganya ke kampung halaman di Desa Sinarancang untuk dikebumikan. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.