Gas Melon Bocor, Warung Tahu Ludes Terbakar

oleh -3 views
TERBAKAR: Proses pemadaman api segera dilakukan oleh petugas UPT Damkar Kuningan saat tiba di lokasi kebakaran warung tahu milik Nanang Kusmana di Lingkungan Ciweri, Kelurahan Awirarangan, Kecamatan Kuningan, Kamis (17/12) petang. Foto: Damkar Kuninngan

KUNINGAN-Kebakaran hebat melanda sebuah warung tahu milik Nanang Kusmana di Lingkungan Ciweri, Kelurahan Awirarangan, Kecamatan Kuningan, Kamis (17/12) petang. Kebakaran diduga akibat kebocoran gas tabung gas melon hingga menyebabkan kerugian materil mencapai Rp20 juta.

Berdasarkan informasi dihimpun, musibah kebakaran tersebut terjadi pada Kamis petang sekitar pukul 17.00 WIB. Nanang, pemilik warung tersebut memberikan keterangan, kala itu dirinya bersama anak buahnya tengah menggoreng tahu seperti biasa. Namun saat sedang proses penggorengan tersebut tiba-tiba gas habis sehingga dilakukan penggantian.

“Saat proses mengganti gas tersebut sebenarnya sudah terasa knop regulator seperti longgar dan tercium bau gas. Tapi saya terus melanjutkan menggoreng. Tak lama kemudian tiba-tiba regulator terlepas dari tabung gas dan seketika api berkobar. Saya dan karyawan langsung lari keluar dapur untuk menyelamatkan diri,” ungkap Nanang saat memberikan keterangan kepada petugas Damkar.

Api pun dengan cepat membakar bangunan semi permanen dapur sekaligus warung tahu milik Nanang tersebut. Bahkan, tak lama kemudian terdengar suara ledakan dari dalam warung yang diduga berasal dari tabung gas yang masih tersimpan di dalam.

“Di dalam masih ada tujuh tabung gas. Sempat terjadi ledakan cukup keras, mungkin dari gas tersebut,” lanjut Nanang.

Kejadian kebakaran ini pun langsung mendapat penanganan petugas Damkar Kuningan sesaat setelah mendapat laporan dari warga. Dua unit kendaraan blambir dengan dua regu petugas damkar langsung meluncur ke lokasi langsung melakukan tindakan pemadaman.

Kobaran api yang sangat besar dan bangunan yang semi permanen terbuat dari kayu membuat proses pemadaman pun tak mudah dilakukan. Butuh waktu hampir 45 menit untuk petugas menjinakkan api. Dibantu warga dan anggota dari Polsek Kuningan akhirnya api pun dinyatakan padam sekitar pukul 18.05 WIB.

“Seperti diungkapkan pemilik warung, penyebab kebakaran berasal dari kebocoran gas dari proses pemasangan regulator yang tidak sempurna. Tidak ada korban jiwa dari kebakaran ini, namun pemilik warung mengalami kerugian materil hingga Rp20 juta,” ungkap Kepala UPT Damkar Kuningan Mh Khadafi Mufti kepada Radar.

Atas kejadian tersebut, Khadafi pun mengimbau kepada masyarakat untuk selalu hati-hati dalam proses pemasangan regulator gas. Pastikan tidak ada kebocoran sebelum api kompor dinyalakan karena akibatnya bisa fatal.

“Juga periksa kondisi tabung karena di situ tertera waktu registrasi atau KIR. Apabila ditemukan nomor KIR 05 – 17 artinya tabung gas tersebut sudah kedaluarsa dan seharusnya sudah ditarik dan dilakukan uji KIR ulang tabung oleh Pertamina. Laporkan ke perangkat desa jika menemukan tabung kedaluarsa tersebut untuk ditindaklanjuti ke Pertamina,” imbau Khadafi. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.